
RSUD Cepu mencatat kunjungan rawat jalan naik 15,9 persen di semester I

Blora (ANTARA) - RSUD dr R Soeprapto Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah mencatat kunjungan rawat jalan selama semester I tahun 2026 mencapai 42.862 pasien atau meningkat 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 36.959 pasien.
"Peningkatan kunjungan terjadi di sejumlah poliklinik seiring meningkatnya pemanfaatan layanan kesehatan oleh masyarakat," kata Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soeprapto Cepu drg Wilys Yuniarti di Blora, Selasa.
Kunjungan di poli penyakit dalam meningkat dari 9.885 menjadi 10.306 pasien, poli jantung dari 2.298 menjadi 3.494 pasien, poli saraf dari 3.958 menjadi 4.951 pasien, poli mata dari 2.894 menjadi 3.455 pasien, serta poli rehabilitasi medik dari 1.465 pasien menjadi 2.735 pasien.
"Kenaikan yang cukup signifikan juga terjadi di poli THT dari 61 pasien menjadi 1.035 pasien. Selain itu, jumlah kunjungan di poli jiwa, fisioterapi, poli bedah, poli paru, dan poli terapi wicara juga mengalami peningkatan," ujarnya.
Selain ada kenaikan kunjungan, pihaknya juga mencatat ada beberapa layanan mengalami penurunan, di antaranya poli gigi dari sebelumnya 1.740 pasien menjadi 1.321 pasien, poli anak dari 1.407 menjadi 1.364 pasien, poli kandungan dari 772 menjadi 712 pasien, serta poli psikologi dari 190 pasien menjadi 99 pasien.
"Untuk pelayanan rawat inap, jumlah pasien pada semester I tahun 2026 tercatat sebanyak 7.210 orang, relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 7.227 pasien," ujarnya.
Ia mengakui jumlah kunjungan setiap bulannya memang berfluktuasi, karena triwulan pertama masih rendah, kemudian April hingga Juni 2026 naik lagi.
Wilys mengatakan rumah sakit juga mulai membuka layanan poli jiwa bersamaan dengan peresmian gedung rawat inap jiwa pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-70 RSUD dr R Soeprapto Cepu.
"Pada tahap awal, layanan ini masih diperuntukkan bagi pasien umum. Namun kami akan terus mengupayakan pemenuhan seluruh persyaratan agar ke depan pelayanan kesehatan jiwa ini dapat melayani peserta BPJS Kesehatan," ujarnya.
Menurut dia layanan poli jiwa ditangani dua dokter yang melayani pasien laki-laki maupun perempuan.
"Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan jiwa masyarakat di Kabupaten Blora sekaligus menjadi rujukan bagi masyarakat dari daerah sekitar, seperti Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Ngawi," ujarnya.
Baca juga: Dinsos Blora sinkronisasi data calon penerima bantuan penyambungan listrik
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
