
Jateng borong enam penghargaan pada Anugerah Adinata Syariah 2026

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memborong enam penghargaan pada Anugerah Adinata Syariah 2026 yang membuktikan kesuksesannya dalam mengembangkan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.
Penghargaan itu diterima oleh Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, yang mewakili Gubernur Ahmad Luthfi pada malam penganugerahan yang diselenggarakan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), di Jakarta, Senin malam.
"Penghargaan ini bukan siapa yang menang, akan tetapi bagaimana upaya kita membangun ekonomi syariah ramah muslim di Indonesia yang populasi mayoritas muslimnya terbesar di dunia," kata Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, di Semarang, Selasa.
Capaian itu tak hanya menjadi pengakuan atas keberhasilan pengembangan ekonomi syariah, tetapi juga menjadi pijakan untuk mempercepat pembentukan kawasan industri halal yang kini menjadi salah satu fokus pembangunan daerah.
Pada ajang itu, Jateng berhasil meraih Juara I kategori Keuangan Mikro Syariah, Juara II kategori Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS), Juara II kategori Wakaf.
Juara III kategori Pertumbuhan Pelaku Usaha Bersertifikasi Halal, Juara III kategori Ekonomi Pesantren, serta Juara IV kategori Pariwisata Ramah Muslim.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini membangun ekosistem ekonomi syariah di Jateng, mulai dari Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).
Kemudian, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jateng, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Menurut dia, raihan tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk memperkuat pengembangan ekonomi syariah, karena tema pembangunan Jateng pada 2027 adalah "Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi".
Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu menyebutkan salah satu pekerjaan rumah yang kini menjadi fokus Pemprov adalah mewujudkan kawasan industri halal di Jateng.
"Ini sebagai lecutan buat kita. Kita masih punya pekerjaan rumah, bahwa di Jawa Tengah belum ada kawasan industri halal," katanya.
Ia mengungkapkan pembahasan mengenai kawasan industri halal sudah memasuki tahap awal, dan sejumlah pengelola kawasan industri telah memaparkan konsep yang akan dikembangkan.
Dalam waktu dekat akan dilakukan pembahasan lanjutan untuk menentukan lokasi maupun skema pengembangannya.
"Kami mendukung dan mendorong pertumbuhan ekonomi syariah, khususnya adanya kawasan industri halal di Jawa Tengah. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera terealisasi," katanya.
Keberadaan kawasan industri halal diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi syariah, sekaligus meningkatkan daya saing Jateng.
Sementara itu, Direktur Eksekutif KNEKS Sholahudin Al Aiyubi mengatakan Anugerah Adinata Syariah menjadi bentuk apresiasi, sekaligus instrumen untuk mendorong inovasi dan kolaborasi pemerintah daerah dalam membangun ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.
"Harapan kami, Anugerah Adinata Syariah menjadi katalis lahirnya semakin banyak daerah yang mampu menjadi model pembangunan ekonomi syariah," pungkasnya.
Baca juga: BTPN Syariah salurkan 1.000 hewan kurban di 11 lokasi
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
