
BPJS Kesehatan Semarang mencatat peningkatan pengguna layanan hemodialisa

Semarang (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Semarang, Jawa Tengah, mencatat peningkatan pembiayaan peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang melaksanakan layanan cuci darah atau hemodialisa.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang Sari Quratul Ainy di Semarang, Jumat, mengatakan, selama semester pertama 2026 tercatat 12.342 peserta JKN yang menjalani layanan hemodialisa.
Jumlah tersebut naik sekitar 5,86 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Ia menjelaskan terdapat 286 mesin hemodialisa tersebar di berbagai fasilitas kesehatan di Kota Semarang dan Kabupaten Demak, wilayah pelayanan BPJS setempat.
"BPJS Kesehatan terus melakukan evaluasi kapasitas sumber daya manusia (SDM), standarisasi proses hemodialisa, serta ketersediaan mesin pada fasilitas kesehatan," katanya.
Dia menjelaskan peserta JKN yang menjalani hemodialisa di fasilitas kesehatan akan ditangani secara langsung oleh Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP), yakni dokter spesialis penyakit dalam konsultan ginjal hipertensi atau dokter spesialis penyakit dalam bersertifikat kompetensi dialisis dasar.
"DPJP akan menilai kondisi klinis, evaluasi adekuasi hemodialisa, komplikasi dan penyesuaian terapi," katanya.
Dengan demikian, kata dia, penanganan dan terapi obat yang diberikan pasien maksimal dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menuturkan pada pada tahap preventif, JKN juga memiliki program skrining mandiri melalui aplikasi Mobile JKN untuk mendeteksi risiko gagal ginjal beserta penyakit kronis lain seperti diabetes melitus dan hipertensi.
Skrining mandiri, lanjut dia, akan mengidentifikasi peserta yang berisiko mengalami penyakit tidak menular, salah satunya gagal ginjal kronis.
"Tak perlu khawatir jika membutuhkan rujukan lanjutan ke rumah sakit dan ketika butuh hemodialisa juga dijamin BPJS sesuai kebutuhan medis," katanya.
Baca juga: Program JKN makin kuat, cetak SDM sehat untuk Indonesia Hebat
Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
