Logo Header Antaranews Jateng

Puluhan mahasiswa Unnes praktik mengajar di luar negeri

Jumat, 3 Juli 2026 22:42 WIB
Image Print
Para mahasiswa Unnes yang akan dikirim praktik mengajar di enam negara. ANTARA/HO-Unnes

Semarang (ANTARA) - Sebanyak 98 mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) dikirim untuk mengikuti praktik mengajar ke luar negeri, yakni di enam negara dalam Program Lantip Internasional.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unnes Zaenuri di Semarang, Jumat, mengatakan mahasiswa peserta Lantip Internasional merupakan representasi Unnes di tingkat global.

Mereka akan praktik mengajar di enam negara, yaitu Malaysia, Filipina, Australia, Thailand, Arab Saudi, dan Mesir.

Menurut dia, program tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Unnes memperkuat internasionalisasi pendidikan, sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman belajar lintas budaya.

Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan menjaga nama baik universitas, menunjukkan sikap profesional, serta menjunjung tinggi etika, kedisiplinan, dan tanggung jawab selama menjalankan program di negara tujuan.

Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Bisnis, dan Hubungan Internasional Unnes Nur Qudus menambahkan upaya tersebut untuk memperluas pengalaman akademik, praktik kependidikan, dan wawasan global mahasiswa.

Lantip Internasional merupakan program praktik pembelajaran yang memberikan kesempatan mahasiswa memperoleh pengalaman mengajar di sekolah atau lembaga mitra luar negeri.

Melalui program tersebut, mahasiswa mengembangkan kompetensi pedagogik, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan lintas budaya, serta memperluas wawasan mengenai sistem pendidikan di negara lain.

Sebaran lokasi penugasan itu mencerminkan semakin luas jejaring kerja sama internasional Unnes dalam mendukung penguatan kompetensi mahasiswa, khususnya praktik kependidikan dan pengalaman belajar lintas budaya.

Melalui program Lantip Internasional, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman praktik pembelajaran di sekolah atau lembaga mitra luar negeri, sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi, adaptasi budaya, kolaborasi internasional, serta pemahaman terhadap sistem pendidikan di negara lain.

Ia menjelaskan pengalaman tersebut menjadi bekal penting mahasiswa sebagai calon pendidik dan profesional yang siap menghadapi tantangan global.

Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi Unnes Rodiyah menyampaikan pelaksanaan Lantip Internasional salah satu wujud dukungan Unnes terhadap internasionalisasi pendidikan.

Program tersebut juga menjadi ruang strategis mahasiswa mengimplementasikan kompetensi akademik, pedagogik, sosial, dan kepribadian dalam konteks pembelajaran global.

Pelaksanaan Lantip Internasional Tahun 2026 didukung berbagai skema pendanaan, baik dari Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi maupun masing-masing fakultas.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026