Logo Header Antaranews Jateng

Mahasiswa Sekolah Vokasi Undip membuat "paving block" ramah lingkungan

Jumat, 3 Juli 2026 22:41 WIB
Image Print
Produk "paving block" ramah lingkungan buatan Universitas Diponegoro Semarang. ANTARA/HO-Undip

Semarang (ANTARA) - Tim dari Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (SV Undip) Semarang berhasil membuat "paving block" permeabel ramah lingkungan berbahan biochar tempurung kelapa dan nanosolika aktif.

Ketua tim mahasiswa Luis Ibanez Sitinjak di Semarang, Jumat, menjelaskan "paving block" ramah lingkungan itu diberi nama BioSil-C.

Konsep BioSil-C didasari upaya menghadirkan solusi tata ruang yang komprehensif, tidak sekadar mengatasi banjir tetapi juga membawa dampak pemulihan lingkungan berkelanjutan.

Menurut dia, penanganan banjir di perkotaan tidak lagi cukup pada perluasan kapasitas saluran drainase, melainkan harus menyentuh akar permasalahan dengan mengembalikan daya resap alami tanah, sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan.

Bersama dengan rekannya, Fajar Daruwijaya, karya mahasiswa Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Kimia Industri itu, meraih juara dua dalam Kompetisi Riset Unggulan Kota Surakarta 2026

Karya ilmiah inovatif itu diberi berjudul "Desain Konseptual Paving Block Permeabel BioSil-C Berbasis Biochar Tempurung Kelapa dan Nanosilika Aktif sebagai Solusi Nature-Based Penanganan Banjir dan Remediasi Tanah Perkotaan di Surakarta".

Kejuaraan ilmiah tersebut diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surakarta bertema "Penguatan Kebijakan Berbasis Pengetahuan untuk Peningkatan Kesejahteraan dan Daya Saing Kota Surakarta".

Kompetisi tersebut mengajak mahasiswa menciptakan karya ilmiah dan inovasi yang relevan dengan prioritas pembangunan kota sehingga mendukung kemajuan daerah.

Menurut dia, produk BioSil-C merupakan konsep "paving block" yang mengatasi dua permasalahan perkotaan secara bersamaan, yaitu banjir akibat rendahnya daya resap permukaan tanah dan pencemaran polutan logam berat yang terbawa air hujan.

Temuan itu menjawab persoalan lokasi genangan air yang sering melanda wilayah Surakarta melalui rekayasa material kimia, BioSil-C mengombinasikan laju infiltrasi air yang tinggi dengan kemampuan remediasi lingkungan dalam satu produk.

Produk BioSil-C juga mendukung pembangunan rendah karbon, dengan Analisis Siklus Hidup atau Life Cycle Assessment (LCA) yang disusun tim membuktikan penggunaan material berbasis biochar mampu mereduksi jejak karbon hingga lebih dari 50 persen jika dibandingkan dengan "paving block" konvensional.

Dosen pembimbing tim itu, Dr Fahmi Arifan, mengatakan temuan itu, yakni produk inovatif BioSil-C sebagai alternatif infrastruktur hijau

"Prestasi ini membuktikan mahasiswa vokasi Undip memiliki keunggulan dalam teknis rekayasa, sekaligus mampu menciptakan solusi inovatif terhadap permasalahan yang nyata di masyarakat," katanya.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026