Logo Header Antaranews Jateng

Kenaikan harga bawang merah di Purwokerto tertahan oleh harga cabai

Jumat, 3 Juli 2026 13:52 WIB
Image Print
Ilustrasi - Seorang ibu rumah tangga berbelanja di Pasar Manis, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (11/6/2026). ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto, Jateng (ANTARA) - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto Christoveny mengatakan kenaikan harga bawang merah pada Juni 2026 tertahan oleh penurunan harga daging ayam ras, cabai merah, dan cabai rawit, sehingga tekanan inflasi di Purwokerto, Jateng, tetap terjaga.

"Inflasi Purwokerto pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,12 persen secara bulanan (month to month/mtm)," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat.

Dia mengatakan kenaikan harga bawang merah dipengaruhi oleh penurunan produksi di beberapa daerah sentra.

Akan tetapi secara umum, kata dia, inflasi bulanan utamanya dipengaruhi oleh penyesuaian harga bahan bakar minyak nonsubsidi yang mendorong kenaikan biaya transportasi dan distribusi barang.

"Kendati demikian, tekanan inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh penurunan harga daging ayam ras, cabai merah, dan cabai rawit seiring terjaganya pasokan dan upaya stabilisasi harga pangan,” katanya menegaskan.

Menurut dia, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) secara konsisten berupaya menjaga stabilitas harga melalui penguatan pasokan dan kelancaran distribusi pangan di tengah dinamika perekonomian daerah.

Selain itu, BI juga memfasilitasi Kerja Sama Antardaerah (KAD) Business-to-Business (B2B) komoditas pangan di wilayah Banyumas Raya yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara guna memperkuat distribusi antarwilayah.

Sementara itu, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional Purwokerto pada Jumat terpantau mengalami penurunan.

Salah seorang pedagang sayuran di Pasar Manis Purwokerto, Anjar mengatakan harga bawang merah saat ini turun menjadi sekitar Rp55.000 per kilogram setelah pada pekan lalu sempat mencapai Rp60.000 per kilogram.

"Biasanya kami menjual bawang merah di kisaran Rp40.000 per kilogram, namun karena kemarin petani di Brebes gagal panen dan permintaan dari Jakarta sangat tinggi, harga bawang merah di sini melonjak," katanya.

Selain bawang merah, harga cabai rawit merah turun dari kisaran Rp60.000 per kilogram menjadi Rp45.000 per kilogram atau berada di rentang harga acuan yang berkisar Rp40.000-Rp57.000 per kilogram, sedangkan cabai merah Rp50.000 per kilogram atau masih berada di rentang harga acuan yang berkisar Rp37.000-Rp55.000 per kilogram.

Sementara, harga telur ayam ras juga turun menjadi sekitar Rp24.000-Rp25.000 per kilogram atau di bawah harga acuan sebesar Rp26.500 per kilogram, sedangkan harga daging ayam ras turun ke kisaran Rp32.000-Rp35.000 per kilogram atau lebih rendah dari harga acuan sebesar Rp40.000 per kilogram.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (DPKUKM) Kabupaten Banyumas Gatot Eko Purwadi mengatakan penurunan harga telur ayam ras dipengaruhi surplus produksi.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Banyumas akan berkoordinasi dengan asosiasi peternak, pelaku usaha, dan pemerintah kabupaten tetangga untuk memperluas akses pasar bagi telur produksi Banyumas.

"Kalau memang ada daerah yang kekurangan pasokan telur, nanti kita bantu komunikasikan agar distribusinya bisa berjalan. Yang penting suplai dan permintaan menjadi lebih seimbang," katanya.

Ia mengatakan salah satu langkah yang akan diperkuat adalah perdagangan antardaerah melalui skema kerja sama antardaerah (KAD) agar surplus produksi telur di Banyumas dapat disalurkan ke daerah yang masih membutuhkan pasokan sehingga keseimbangan suplai dan permintaan tetap terjaga.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Jateng minta pemda antisipasi inflasi akibat harga BBM



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026