
Pemkot Pekalongan mengintensifkan deteksi dini penyakit menular pada warga

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, Jawa Tengah, mengintensifkan upaya pengendalian penyakit menular khususnya tuberkulosis (TBC), kusta, HIV, dan filariasis, melalui strategi case finding atau penemuan kasus secara aktif di masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan Puji Winarti di Pekalongan, Jumat, mengatakan bahwa setiap ditemukan satu penderita maka petugas akan langsung melakukan penelusuran terhadap orang-orang di sekitarnya.
"Setiap ada satu penderita, kami langsung melakukan pencarian kasus di sekitarnya. Jika ditemukan warga yang bergejala atau terindikasi, segera kami periksa dan apabila positif langsung diobati," kata Puji Winarti.
Menurut dia, upaya ini dilakukan oleh petugas kesehatan bersama kader untuk menemukan penderita sedini mungkin, sehingga penanganan dapat segera diberikan dan penularan dapat dicegah.
Bagi warga yang terindikasi, kata dia, maka akan menjalani pemeriksaan dan apabila hasilnya positif segera mendapatkan pengobatan sesuai standar.
Puji Winarti mengatakan upaya deteksi dini tersebut terus dilakukan di seluruh wilayah sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menekan angka penyakit menular dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Partisipasi aktif masyarakat, lanjut dia, diharapkan dapat mendukung upaya deteksi dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan penularan penyakit dapat dicegah.
"Kami mengimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera memeriksakan diri ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala penyakit," kata Kepala Dinkes Kota Pekalongan Puji Winarti.
Baca juga: Polresta Pekalongan dan pemda memperkuat deteksi dini TBC
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
