Logo Header Antaranews Jateng

Membaca arah COMSOCIA 2026: komitmen merawat ruang digital yang kian kompleks

Kamis, 2 Juli 2026 16:35 WIB
Image Print
Dr. Andika Sanjaya. ANTARA/HO-UMS

Solo (ANTARA) - Dunia digital hari ini bukan lagi sekadar infrastruktur teknologi, melainkan ruang hidup baru yang penuh dengan dinamika sosial.

Di satu sisi, ia membuka sumbat sumbatan komunikasi dan mempercepat kolaborasi. Namun di sisi lain, ia juga membawa residu berupa polarisasi, disinformasi, hingga kegamangan tata kelola digital. Logikanya, ketika kompleksitas ruang digital meningkat, diperlukan peta jalan ilmiah dan pemikiran konseptual yang semakin matang dari dunia akademik untuk mengurainya.

Di tengah kebutuhan mendesak akan panduan ilmiah tersebut, kehadiran International Conference on Communication, Society & Digital Media (COMSOCIA 2026) yang dijadwalkan pada bulan Juli ini menjadi relevan. Mengusung tema “Digital Communication and Social Collaboration in Contemporary Issues”, perhelatan ini mencoba menjawab tantangan zaman dengan mencari titik temu bagaimana kolaborasi sosial dapat tetap dirawat di tengah disrupsi teknologi.

Komite saintifik dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta merumuskan enam sub-tema strategis, mulai dari Crisis and Risk Communication, Digital Governance, hingga Digital Economy. Struktur tema ini memperlihatkan upaya nyata untuk menjembatani teori-teori akademis di menara gading dengan realitas empiris yang dihadapi oleh masyarakat, industri, dan pemerintah hari ini.

Daya tarik forum ini kian kuat dengan hadirnya perspektif multinasional dari para akademisi lintas benua, mulai dari Asia Tenggara, Afrika, hingga Eropa. Kehadiran peserta global ini bukan sekadar pelengkap, melainkan modal sosial yang penting. Problem disrupsi digital kini bersifat lintas batas negara, maka pendekatan solusinya pun harus dibangun melalui jaringan riset internasional yang kokoh.

Tantangan terbesar bagi forum internasional seperti ini adalah bagaimana menerjemahkan gagasan-gagasan besar di ruang sidang menjadi dampak yang membumi. Publik tentu berharap luaran dari konferensi ini tidak berhenti pada tumpukan prosiding ilmiah atau pemenuhan kelayakan administrasi akademik semata.

Penyelenggaraan COMSOCIA 2026 harus mampu menjadi katalisator yang menelurkan rekomendasi kebijakan konkret dan panduan praktis yang dapat diadopsi oleh para pengambil kebijakan. Dengan begitu, forum global di Surakarta ini tidak hanya berhasil menjadi panggung pertukaran ide, tetapi benar-benar hadir sebagai oase pemikiran yang memberi arah bagi masa depan ekosistem komunikasi digital yang lebih sehat dan adaptif.

* Chairman Comsocia 2026
Sekretaris Program Studi Ilmu



Oleh

COPYRIGHT © ANTARA 2026