Logo Header Antaranews Jateng

Batang perkuat pendidikan karakter cegah ketergantungan gawai

Rabu, 1 Juli 2026 22:39 WIB
Image Print
Dua pelajar adu cepat dalam permainan egrang saat Festival Dolanan Anak di halaman Pendopo Kabupaten Batang, Rabu (1/7/2026). ANTARA/Kutnadi

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah menyelenggarakan Festival Dolanan Anak sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter anak-anak dari ketergantungan menggunakan gawai.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Bambang Suryantoro Sudibyo di Batang, Rabu, mengatakan bahwa
pihaknya memiliki program Kolaborasi Budaya yang dikemas dalam pengembangan kurikulum pendidikan sekolah dasar ekstrakurikuler dolanan anak.

"Program ini merupakan implementasi inovasi Ketan Budaya. Kami melihat anak-anak saat ini lebih mengenal permainan modern dan budaya luar dibandingkan dolanan tradisional yang menjadi warisan leluhur," katanya.

Menurut dia, kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta dari 11 sekolah dasar tersebut menjadi langkah awal pemerintah daerah dalam menghidupkan kembali permainan tradisional sebagai bagian dari pendidikan karakter sekaligus pelestarian budaya lokal.

Program tersebut, kata dia, lahir dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya pengetahuan anak-anak tentang budaya bangsa di tengah derasnya pengaruh budaya luar dan penggunaan gawai.

Ia yang didampingi Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Endahwati mengatakan program ini merupakan implementasi inovasi kolaborasi budaya.

"Oleh karena itu, kami ingin menghadirkannya kembali melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah," katanya.

Ia mengatakan Festival Dolanan Anak menjadi bagian dari peluncuran program yang nantinya diterapkan secara bertahap di sekolah dasar melalui kegiatan ekstrakurikuler.

Pada kegiatan festival tersebut, kata dia, para peserta memainkan berbagai permainan tradisional yang selama ini mulai jarang dijumpai di lingkungan masyarakat.

Sedikitnya terdapat 10 jenis dolanan anak yang diperkenalkan, yaitu Gobak Sodor, Egrang, Suda Manda, Semprangan, Bekelan, Nekeran, Yoyo, hingga permainan Das-dasan atau Dam-daman.

Menurut dia, permainan tradisional tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga memiliki banyak manfaat dalam tumbuh kembang anak.

"Selain melatih kemampuan motorik dan sensorik, permainan tradisional juga mengandung unsur olahraga yang mampu meningkatkan kebugaran fisik peserta didik," katanya.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026