
Konferensi ICSEMA 2026 mengangkat ekonomi lokal menuju pembangunan global

Purwokerto (ANTARA) - Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Prof Wiwiek Rabiatul Adawiyah mengatakan konferensi ICSEMA 2026 mengangkat pentingnya penguatan ekonomi lokal sebagai fondasi pembangunan global yang berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.
Dalam kegiatan “The 2nd International Conference on Sustainable Economics, Management and Accounting (ICSEMA) 2026” di Laboratorium Terpadu FEB Unsoed Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu, dia mengatakan penguatan ekonomi lokal memerlukan sinergi perguruan tinggi, Bank Indonesia, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), serta berbagai mitra strategis.
"Penyelenggaraan The 2nd International Conference on Sustainable Economics, Management and Accounting menjadi bukti pentingnya kemitraan dalam menghasilkan gagasan yang berdampak luas," katanya menegaskan.
Dia mengatakan konferensi bertema "Reimagining Local Economies for Sustainable Global Development" tersebut menjadi wadah membahas berbagai tantangan pembangunan, mulai dari perubahan iklim, rantai pasok, transformasi digital, hingga penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penopang ekonomi nasional.
Menurut dia, pembangunan berkelanjutan harus bertumpu pada ekonomi lokal melalui kebijakan yang mendorong pertumbuhan rendah karbon, praktik bisnis yang bertanggung jawab, sistem akuntansi yang transparan, serta perluasan akses pembiayaan hijau dan digital bagi UMKM.
Selain itu, kata dia lagi, pengembangan model bisnis yang lebih sederhana dan rantai pasok yang efisien diperlukan untuk mengurangi limbah, meningkatkan pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab, dan menciptakan nilai ekonomi jangka panjang.
Dia mengatakan perguruan tinggi berperan menghasilkan riset yang menjawab persoalan nyata, sementara Bank Indonesia mendukung melalui kebijakan yang menjaga stabilitas ekonomi dan ISEI menjembatani gagasan akademik dengan implementasi kebijakan.
"Karya ilmiah yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat lokal jauh lebih berharga daripada karya ilmiah yang hanya dikagumi. Ide-ide yang lahir dari konferensi ini harus mengalir ke ruang kebijakan, dunia usaha, hingga pelaku UMKM," kata Prof Wiwiek yang juga Ketua ISEI Cabang Purwokerto.
Dalam kesempatan terpisah, Ketua Panitia Pelaksana The 2nd ICSEMA 2026 Kiky Srirejeki mengatakan konferensi yang didukung PT Kereta Api Indonesia (Persero), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) tersebut merupakan rangkaian dua agenda internasional.
Setelah ICSEMA 2026 di Purwokerto, kata dia lagi, rangkaian berikutnya akan dilanjutkan melalui The 8th International Conference on Sustainable Economic Development and Entrepreneurship (ICSEDE) di Lombok pada 15-16 Juli 2026 sebagai kolaborasi Universitas Jenderal Soedirman, Universiti Utara Malaysia, dan Hebei University, China.
Menurut dia, ICSEMA 2026 yang digelar secara hibrida menargetkan luaran berupa prosiding dan publikasi ilmiah, sekaligus rekomendasi berbasis hasil diskusi yang dapat menjadi masukan bagi penyusunan kebijakan publik di bidang pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Dia mengatakan tema konferensi dipilih untuk menegaskan bahwa pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) harus dimulai dari penguatan ekonomi lokal.
Sebagai implementasinya, ujar dia lagi, panitia menggelar kegiatan International Community Service yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pakar dari Malaysia dan China untuk berbagi strategi menuju pasar global.
"Harapannya, riset yang dihasilkan tidak hanya berhenti dalam bentuk jurnal ilmiah, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui penguatan UMKM, peningkatan daya saing, dan pengembangan ekonomi lokal," kata Kiky.
Konferensi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Dr Ratno Purnomo (Unsoed) Purwokerto dan Prof Bulent Esiyok (Gelisim University Turkey).
Baca juga: BI Purwokerto sebut ekonomi lokal jadi fondasi pembangunan berkelanjutan
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
