Logo Header Antaranews Jateng

BI Purwokerto sebut ekonomi lokal jadi fondasi pembangunan berkelanjutan

Rabu, 1 Juli 2026 13:33 WIB
Image Print
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Christoveny dalam kegiatan "The 2nd International Conference on Sustainable Economic Management and Accounting (ICSEMA) 2026" di Laboratorium Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (1/7/2026). ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto, Christoveny mengatakan penguatan ekonomi lokal menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan melalui transformasi digital, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi dinamika ekonomi global.

"Ekonomi lokal memiliki potensi besar menjadi penggerak pertumbuhan nasional yang berkelanjutan. Namun, momentum tersebut harus dijaga melalui peningkatan produktivitas, inovasi, kualitas sumber daya manusia, transformasi digital, dan keberlanjutan lingkungan," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu.

Dalam kegiatan The 2nd International Conference on Sustainable Economic Management and Accounting (ICSEMA) 2026 yang digelar di Laboratorium Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, dia mengatakan forum tersebut menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, pelaku usaha, mahasiswa, dan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan gagasan bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Menurut dia, tema konferensi, "Reimagining Local Economy for Sustainable Global Development", sangat relevan dengan kondisi dunia yang tengah mengalami transformasi akibat fragmentasi geopolitik, perubahan iklim, disrupsi teknologi, perubahan demografi, dan pergeseran rantai nilai global.

“Oleh karena itu, daerah perlu mengoptimalkan potensi ekonomi lokal melalui digitalisasi dan penerapan prinsip keberlanjutan,” katanya dalam kegiatan yang diselenggarakan Bank Indonesia dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) itu.

Menurut dia, Indonesia mampu menjaga ketahanan ekonomi di tengah tantangan global berkat kebijakan makroekonomi yang pruden dan koordinasi kebijakan yang kuat.

Dia mengatakan kondisi tersebut juga tercermin di wilayah Banyumas Raya (Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara) yang pada triwulan I 2026 mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 7,26 persen secara tahunan (year on year), didukung konsumsi rumah tangga, peningkatan investasi, membaiknya perdagangan, pemulihan pariwisata, dan kinerja sektor pertanian.

“Bank Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan sekaligus mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui sinergi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan salah satu fokus strategis Bank Indonesia adalah pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar lebih inovatif, kompetitif, dan tangguh menghadapi ekonomi digital.

Menurut dia, upaya tersebut dilakukan melalui tiga strategi utama, yakni memperkuat kapasitas usaha, memperluas akses pasar, dan meningkatkan akses pembiayaan.

“Strategi tersebut diwujudkan melalui berbagai program pengembangan UMKM, mulai dari peningkatan kemampuan digital, pemanfaatan e-commerce, penguatan kewirausahaan, hingga pendampingan operasional usaha,” katanya.

Selain itu, kata dia, Bank Indonesia terus memfasilitasi business matching, promosi ekspor, dan penguatan ekosistem pembiayaan untuk mempercepat pertumbuhan UMKM.

Dia mengatakan daya saing UMKM saat ini tidak hanya ditentukan oleh digitalisasi, juga penerapan prinsip keberlanjutan.

Oleh karena itu, lanjut dia, Bank Indonesia mendorong implementasi model bisnis UMKM berkelanjutan melalui program Sustainable MSME Business Model Implementation Grant yang menjadi panduan bagi pelaku usaha dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam model bisnis.

Christoveny mengharapkan ICSEMA 2026 dapat memperkuat kolaborasi antara akademisi, pembuat kebijakan, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat, sekaligus menghasilkan rekomendasi yang mampu mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan di tingkat daerah, nasional, maupun global.

Baca juga: BI gaungkan "Run From Scam" di ajang Purwokerto Half Marathon 2026



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026