
Mahasiswa Unsoed kembangkan MagGel untuk terapi kanker payudara

inovasi tersebut dikembangkan sebagai upaya menghadirkan metode terapi yang lebih selektif dan aman
Purwokerto (ANTARA) - Mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto mengembangkan Magnetic Hydrogel (MagGel) Kurkumin-FeO sebagai inovasi fotosensitizer untuk terapi fotodinamik kanker payudara yang berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2026.
Ketua tim, Eksanty Julia Natalie, mengatakan inovasi tersebut dikembangkan sebagai upaya menghadirkan metode terapi yang lebih selektif dan aman dibandingkan pengobatan konvensional seperti kemoterapi, radioterapi, maupun pembedahan yang berpotensi merusak jaringan sehat.
Terapi fotodinamik (Photodynamic Therapy/PDT) merupakan metode pengobatan yang memanfaatkan senyawa fotosensitizer dan cahaya dengan panjang gelombang tertentu untuk menghasilkan Reactive Oxygen Species (ROS) yang mampu membunuh sel kanker secara lebih selektif. Metode ini dinilai minimal invasif dan dapat meminimalkan kerusakan pada jaringan sehat.
Eksanty menjelaskan salah satu tantangan penggunaan kurkumin sebagai fotosensitizer adalah kelarutannya yang rendah serta stabilitasnya yang masih terbatas di dalam tubuh.
Untuk mengatasi kendala tersebut, tim mengembangkan sistem MagGel Kurkumin-FeO berupa hidrogel magnetik yang mengombinasikan kurkumin dengan nanopartikel FeO sehingga mampu meningkatkan stabilitas, mengontrol pelepasan senyawa aktif, sekaligus berpotensi mengarahkan penghantaran menuju jaringan target.
Menurut dia, berbagai penelitian sebelumnya telah mengkaji kurkumin sebagai fotosensitizer, hidrogel sebagai sistem penghantaran obat, maupun nanopartikel FeO sebagai material magnetik.
Namun, belum ada formulasi yang secara khusus mengintegrasikan ketiga komponen tersebut dalam bentuk Magnetic Hydrogel untuk terapi fotodinamik kanker payudara menggunakan iradiasi LED berenergi rendah.
"Kebaruan penelitian kami terletak pada integrasi kurkumin, hidrogel, dan nanopartikel FeO dalam satu platform fotosensitizer. Harapannya, sistem ini mampu meningkatkan stabilitas kurkumin, mengontrol pelepasannya, serta meningkatkan efektivitas terapi fotodinamik dengan pendekatan yang lebih aman," kata Eksanty.
Tim PKM-RE tersebut beranggotakan Eksanty Julia Natalie, Aisy Nabilah Anisah, Fadlillah Hari Alfarizi, Devi Mei Ningrum, dan Muthi'ah Syahidah dari Program Studi Kimia FMIPA Unsoed di bawah bimbingan Anung Riapanitra.
Melalui penelitian tersebut, tim berharap MagGel Kurkumin-FeO dapat menjadi langkah awal pengembangan material biomedis yang lebih aman, efektif, dan terjangkau untuk terapi kanker, sekaligus mendorong lahirnya inovasi mahasiswa yang memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian persoalan kesehatan masyarakat.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
