Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Jepara memperkuat kurasi produk UMKM agar tembus toko modern

Selasa, 30 Juni 2026 14:14 WIB
Image Print
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jepara Laila Witiarso Utomo saat membuka acara Pelatihan dan Pendampingan Kurasi Produk UMKM Makanan untuk Menembus Pangsa Pasar Toko Modern, di Aula Galeri Dekranasda Jepara, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkab Jepara.

Jepara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, memperkuat upaya peningkatan daya saing usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui pelatihan dan pendampingan kurasi produk sektor makanan di Jepara agar bisa menembus toko modern.

"Program ini ditujukan untuk membantu produk lokal menembus jaringan toko modern sehingga memiliki akses pasar yang lebih luas," kata Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Jepara Laila Witiarso Utomo saat membuka acara Pelatihan dan Pendampingan Kurasi Produk UMKM Makanan untuk Menembus Pangsa Pasar Toko Modern di Aula Galeri Dekranasda Jepara, Selasa.

Ia mengatakan pelatihan dan pendampingan kurasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas, daya saing, dan perluasan akses pasar bagi produk-produk lokal.

Menurut Laila proses kurasi dilakukan dengan menilai berbagai aspek penting, mulai dari kualitas produk, cita rasa, keamanan pangan, desain kemasan, legalitas usaha, hingga kesiapan produksi secara berkelanjutan. Produk yang dinyatakan lolos kurasi berpeluang dipasarkan melalui jaringan ritel modern, seperti minimarket dan supermarket.

Ia mendorong pelaku UMKM agar tidak minder meski usahanya masih berskala rumahan. Menurutnya, banyak produk lokal yang mampu bersaing di pasar nasional berkat inovasi dan peningkatan kualitas.

"Jangan merasa kecil hanya karena usaha masih rumahan. Banyak produk lokal yang kini mampu bersaing di pasar nasional, asal mau berinovasi," ujarnya.

Laila menambahkan pelatihan tersebut juga menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memahami strategi membangun citra produk, teknik pemasaran, serta berbagai persyaratan agar produk dapat diterima di toko modern.

Melalui kegiatan ini, Dekranasda Kabupaten Jepara berharap tidak ada lagi produk UMKM yang terhambat perkembangannya hanya karena persoalan kemasan, pelabelan, legalitas, maupun kurangnya pemahaman terhadap kebutuhan pasar.

"Kita ingin semakin banyak produk makanan khas Jepara yang tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi mampu mengisi rak-rak toko modern, menjadi pilihan masyarakat, bahkan menembus pasar yang lebih luas," ujarnya.

Baca juga: Jepara menggelar pelatihan paralegal perkuat akses perlindungan perempuan



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026