Logo Header Antaranews Jateng

Wagub Jateng minta OPD jadikan Desa Kranggan Klaten sebagai percontohan

Jumat, 26 Juni 2026 20:47 WIB
Image Print
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat menghadiri acara Festival Pande Besi dan Opor Bebek di Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jumat (26/6/2026). (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)

Semarang (ANTARA) - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta jajaran instansi pemerintah daerah untuk menjadikan Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, sebagai model percontohan dalam mengembangkan potensi desa berbasis kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat.

"Desa Kranggan luar biasa majunya. Ini yang terus kita potret. Kita tadi ajak sebagian besar kepala dinas kita untuk melihat langsung bagaimana desa ini berkembang," katanya, saat acara Festival Pande Besi dan Opor Bebek di Desa Kranggan, Klaten, Jumat.

Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng menjadikannya sebagai contoh pengembangan Program Desa Dampingan.

Kemajuan Desa Kranggan, kata dia, tak lepas dari kerja sama antara pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, hingga badan usaha milik desa (BUMDes) dalam mengembangkan seluruh potensi yang ada di desa.

Salah satu inovasi yang dinilai menarik adalah keberadaan Posyandu Jiwa Gemas Ketawa (Gerakan Masyarakat Sadar Kesehatan Jiwa).

Program tersebut tidak hanya mendampingi warga dengan gangguan kesehatan jiwa, tetapi juga mendorong mereka agar kembali produktif melalui berbagai kegiatan pemberdayaan.

Menurut dia, model pelayanan tersebut selaras dengan program Pemprov Jateng yang tengah merancang Klinik Disabilitas.

Keberhasilan Desa Kranggan tidak lepas dari kolaborasi dengan perguruan tinggi. Melalui pendampingan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, desa tersebut berhasil mengembangkan Museum Besalen Koripan.

"Ini adalah museum metalurgi pertama di Indonesia yang dikelola pemerintah desa," katanya.

Melihat keberhasilan desa tersebut, ia meminta Biro Kesejahteraan Rakyat Jateng melakukan evaluasi rutin terhadap 61 Desa Dampingan OPD di Jateng, dan desa-desa yang masih mengalami kendala nantinya akan diajak belajar langsung ke desa yang telah berhasil.

"Yang mengalami kesulitan nanti kita ajak keliling ke desa-desa, supaya mereka punya gambaran bagaimana mengembangkan potensi yang dimiliki," katanya.

Sementara itu, Wakil Rektor UNS Dodi Aryawan mengatakan program pendampingan yang berlangsung selama Juni hingga November 2025 berhasil memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

Pendapatan museum meningkat hampir sepuluh kali lipat, dari Rp1,5 juta menjadi Rp15,3 juta, sementara penjualan produk pisau hasil para pande besi melonjak sembilan kali lipat, dari Rp735 ribu menjadi Rp6,9 juta.

Kepala Desa Kranggan Gunawan Budi Utama berharap perhatian Pemprov Jateng terus memberikan semangat kepada masyarakat untuk membangun desanya.

"Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kemajuan Desa Kranggan, sehingga semakin memberikan kesejahteraan bagi masyarakat," katanya.


Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkab Klaten serahkan simbolis kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan bersumber dari DBHCHT tahun 2026



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026