Logo Header Antaranews Jateng

BI sebut kinerja ekonomi Jateng kuat

Kamis, 25 Juni 2026 23:29 WIB
Image Print
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah M Noor Nugraha (tengah), didampingi jajaran deputi, saat menyampaikan paparan kepada media, di Semarang, Kamis (25/6/2026). (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Semarang (ANTARA) - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah menyebutkan bahwa perekonomian Jateng tetap menunjukkan kinerja yang kuat di tengah ketidakpastian, dengan pertumbuhan sebesar 5,84 persen (year on year) pada triwulan I 2026.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jateng Noor Nugroho, di Semarang, Kamis, mengatakan pertumbuhan itu lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen.

Menurut dia, capaian tersebut merupakan hasil sinergi yang erat antara BI, pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pelaku usaha, perbankan, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

"Kinerja ekonomi dan inflasi yang terjaga ini menunjukkan bahwa sinergi antarlembaga di Jawa Tengah berjalan dengan baik," kata Nunu, sapaan akrabnya.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi yang kuat menjadi modalSiti Mukaromah penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Kinerja positif tersebut ditopang oleh kuatnya konsumsi rumah tangga dan meningkatnya investasi

Sedangkan inflasi Jateng pada Mei 2026 tercatat sebesar 2,85 persen (yoy), masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 plus minus 1 persen dan lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,08 persen.

Sebagai upaya menjaga inflasi tetap terkendali, BI Jateng bersama TPID terus memperkuat implementasi strategi pengendalian inflasi melalui kerangka 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif.

Berbagai program strategis telah dijalankan, antara lain Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 35 kabupaten/kota, GPM Mandiri di 32 kabupaten/kota, optimalisasi Jateng Agro Berdikari (JTAB) sebagai offtaker, hingga pengembangan gerai pangan.

Ia menambahkan BI juga mendukung peningkatan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan teknologi biosalin dan biochar, pengembangan kelompok unggulan komoditas pangan strategis, serta dukungan terhadap program swasembada bawang putih di Kabupaten Magelang.

Selain menjaga stabilitas harga, BI juga terus memperkuat sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sebagai salah satu motor penggerak ekonomi daerah.

Hingga Juni 2026, BI Jateng telah memfasilitasi berbagai business matching pembiayaan melalui sejumlah kegiatan, seperti sosialisasi BISAID dan CJFACE, yang berhasil menyalurkan pembiayaan senilai Rp9,47 miliar.

Di sisi pemasaran, partisipasi UMKM dalam berbagai pameran nasional dan internasional, seperti UMKM Grande, JIF-BW, PADI, IFEX, dan CJFACE, menghasilkan potensi transaksi sebesar Rp23,4 miliar.

"Penguatan kapasitas usaha, akses pembiayaan dan perluasan pasar akan terus kami dorong agar UMKM Jawa Tengah semakin berdaya saing dan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah," katanya.

Perkembangan positif juga terlihat pada sektor sistem pembayaran yang hingga Juni 2026 tercatat jumlah pengguna QRIS di Jateng telah mencapai 8,72 juta pengguna dengan 4,65 juta pedagang.



Pewarta:
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026