
Bank Jateng Cabang Demak mencatat nasabah KUR didominasi sektor perdagangan

Demak (ANTARA) - Bank Jateng Cabang Demak, Jawa Tengah, mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Demak hingga pertengahan tahun 2026 didominasi oleh pelaku usaha sektor perdagangan dari jumlah nasabah yang mencapai 50 orang.
"Separuh lebih nasabah yang mengajukan pinjaman KUR tersebut berasal dari sektor perdagangan. Sedangkan lainnya dari sektor pertanian dan perikanan dari total 50 nasabah yang mengakses fasilitas KUR di Bank Jateng Cabang Demak dengan total penyaluran kredit sekitar Rp5 miliar," kata Pemimpin Bank Jateng Cabang Demak Mochamad Marifat di Demak, Rabu.
Untuk nilai pinjaman yang diajukan, kata Marifat, setiap nasabah bervariasi. Untuk KUR mikro, terdapat nasabah yang mengajukan pinjaman sebesar Rp15 juta hingga Rp20 juta. Adapun plafon maksimal KUR mikro mencapai Rp500 juta untuk setiap nasabah berdasarkan satu Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Penyaluran KUR di wilayah Kabupaten Demak juga didukung oleh dua kantor cabang pembantu, yakni Kantor Cabang Pembantu Dempet dan Kantor Cabang Pembantu Mranggen, guna memperluas akses layanan bagi pelaku usaha mikro dan kecil.
Marifat menjelaskan proses pengajuan KUR relatif mudah selama seluruh persyaratan administrasi telah dipenuhi. Apabila terdapat dokumen yang belum lengkap atau data identitas yang tidak terbaca dengan jelas, maka calon debitur diminta melengkapi persyaratan terlebih dahulu sebelum proses pengajuan dilanjutkan.
"Kalau persyaratannya lengkap, prosesnya bisa langsung kami tindak lanjuti. Namun jika ada dokumen yang belum jelas, seperti foto KTP yang buram, tentu harus dilengkapi terlebih dahulu," katanya.
Dari sisi kualitas kredit, Bank Jateng Cabang Demak mencatat tingkat kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) masih berada pada level yang sehat, yakni sekitar 1,8 persen. Angka tersebut jauh di bawah ambang batas maksimal yang ditetapkan regulator perbankan sebesar 5 persen.
Menurut Marifat penyebab kredit bermasalah tidak selalu disebabkan oleh penurunan usaha. Dalam beberapa kasus, terdapat faktor lain seperti kondisi kesehatan debitur atau perubahan pengelola usaha yang mempengaruhi kelancaran pembayaran angsuran.
"Kami selalu melakukan pendampingan dan komunikasi dengan debitur untuk mencari solusi ketika terjadi kendala pembayaran. Banyak kasus yang bisa diselesaikan setelah dilakukan pembinaan dan penyesuaian," ujarnya.
Pada tahun 2026, Bank Jateng juga mendapat target penyaluran KUR hingga Rp30 miliar. Untuk mencapai target tersebut, pihaknya terus mendorong pelaku usaha mikro agar memanfaatkan fasilitas KUR, terutama usaha kecil yang selama ini belum terbiasa mengakses layanan perbankan.
Ia mencontohkan pelaku usaha seperti penjahit yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk berkembang melalui tambahan modal usaha. Dengan kebutuhan investasi yang relatif kecil, mereka dapat memanfaatkan KUR mikro dengan plafon pinjaman yang terjangkau.
"Banyak pelaku usaha kecil yang sebenarnya potensial, tetapi masih ragu mengajukan pinjaman karena menganggap administrasinya rumit. Padahal fasilitas KUR ini memang disiapkan untuk membantu pengembangan usaha mereka," ujarnya.
Baca juga: Pengawasan lembaga pendidikan Demak diperketat untuk antisipasi pencabulan
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
