Logo Header Antaranews Jateng

12 tim sepak bola putri tanah air memperebutkan gelar juara All-Stars di Kudus

Selasa, 23 Juni 2026 09:45 WIB
Image Print
Menjelang kick-off MilkLife Soccer Challenge All-Stars, tim All-Stars Banjarmasin melaksanakan Official Training di Supersoccer Arena, Rendeng, Kudus, Jawa Tengah, Senin (22/6/2026). ANTARA/HO-Humas MLSC All-Star.

Kudus (ANTARA) - Sebanyak 12 tim sepak bola putri dari 12 kota di Indonesia saling berhadapan untuk memperebutkan gelar juara MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 yang berlangsung 23-28 Juni 2026 di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

"Kompetisi ini menjadi puncak rangkaian kompetisi musim 2026, yang akan mempertemukan para pemain terpilih hasil pembinaan dan seleksi sepanjang musim untuk memperebutkan gelar juara All-Stars," kata Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono di Kudus, Selasa.

Kejuaraan yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife itu, kata dia, diikuti tim dari Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Kudus, serta Samarinda dan Banjarmasin yang didukung penuh oleh Bayan Peduli.

Kejuaraan tersebut, kata dia, juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pemain menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi. Selain menguji kemampuan teknik dan taktik, para peserta juga dituntut menunjukkan kesiapan mental serta karakter bertanding dalam menghadapi lawan-lawan dengan kualitas yang relatif setara.

"MLSC All-Star 2026 merupakan puncak dari komitmen kami dalam mengawal ekosistem sepak bola putri usia dini di Indonesia. Setelah menyaring ribuan talenta berbakat dari berbagai kota, mereka tampil di All-Star di Kudus dengan satu tujuan besar, yaitu mematangkan mental juara dan mempersiapkan mereka menjadi fondasi masa depan tim nasional putri Indonesia," ujarnya.

Jacksen F Tiago selaku Head Coach MLSC mengatakan proses seleksi dan pembentukan tim All-Stars dilakukan dengan melibatkan tim pemandu bakat serta pelatih dari berbagai daerah untuk memastikan kualitas kompetisi tetap terjaga.

Sementara hadirnya pemain guest star pilihan tim talent scouting, kata dia, bertujuan guna menambah atmosfer kompetitif serta meningkatkan akselerasi peserta MLSC. Meski begitu, MLSC All-Stars merupakan kompetisi pembinaan usia dini yang mengedepankan pembentukan mental anak-anak sehingga tidak perlu diberikan beban berat.

Sementara tugas pelatih, menurut dia, bukan memaksa mereka meraih kemenangan, tetapi membuat mereka berkembang hingga bisa bertemu dengan potensi terbaik di masa depan.

Persaingan menuju gelar juara akan diawali melalui fase grup yang mempertemukan tim-tim dari berbagai daerah. Sebelumnya dilakukan group drawing untuk babak penyisihan. Grup A: Surabaya, Jakarta, Malang dan Samarinda. Grup B: Solo, Yogyakarta, Semarang, dan Banjarmasin. Grup C: Kudus, Bandung, Tangerang, dan Bekasi.

Babak penyisihan berlangsung 23-25 Juni 2026 dengan menggunakan sistem setengah kompetisi. Bagi juara dan runner-up dari masing-masing grup akan lolos ke babak perempat final, beserta dua tim peringkat tiga terbaik dari fase grup. Kemudian dilanjutkan babak perempat final pada 26 Juni 2026 dan final pada 28 Juni 2026 menggunakan sistem gugur (knock-out).

Didiet Fadriana Abdulkadir, Business Unit Head Dairy - PT Global Dairy Alami mengatakan MLSC All-Stars 2026 menjadi penanda berakhirnya satu musim kompetisi yang melibatkan 25.727 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut dia pencapaian para pemain yang berhasil tampil di Kudus menunjukkan besarnya antusiasme sekaligus potensi sepak bola putri usia dini yang terus berkembang dari tahun ke tahun.

"Kami mengapresiasi semangat, kerja keras, dan perjuangan seluruh peserta dari 12 kota yang telah mengikuti rangkaian MLSC 2026," ujarnya.

Baca juga: 1.391 siswi SD/MI di Keresidenan Pati ikuti kompetisi sepak bola putri



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026