Logo Header Antaranews Jateng

Sebanyak 850 pekerja di Kabupaten Jepara terima distribusi kartu mebel

Senin, 22 Juni 2026 19:30 WIB
Image Print
Penyerahan kartu mebel Jepara terhadap pekerja mebel dan ukir di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Senin (22/6/2026). ANTARA/HO-Humas Pemkab Jepara.

Jepara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mendistribusikan sebanyak 850 kartu mebel Jepara kepada para pekerja sektor mebel dari total 1.500 kartu yang disiapkan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja sekaligus menjaga keberlanjutan industri mebel dan ukir.

"Kegunaan kartu mebel Jepara ini untuk memastikan para pekerja tercover BPJS, baik BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan maupun jaminan hari tua. Dengan begitu mereka tidak kesulitan dan mendapatkan hak yang sama," kata Bupati Jepara Witiarso Utomo di Jepara, Senin.

Selain perlindungan sosial, kata dia, Pemkab Jepara juga mengintegrasikan kartu tersebut dengan berbagai program pendidikan. Pemegang kartu beserta keluarganya diprioritaskan mengakses bantuan pendidikan, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP).

Untuk keluarga pekerja mebel yang masuk kategori desil 1 dan 2, kata Witiarso, pemerintah daerah akan memprioritaskan anak-anak mereka untuk masuk Sekolah Rakyat, mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Di sisi lain, Pemkab Jepara juga terus memperkuat daya saing industri mebel dan ukir melalui pelatihan inovasi produk berbasis ornamen ukir serta pelatihan pemanfaatan limbah kayu. Program tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan industri unggulan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pelakunya.

Menurut Witiarso kegiatan tersebut bukan sekadar agenda pelatihan biasa, melainkan memiliki nilai strategis bagi masa depan industri mebel Jepara yang selama ini dikenal dunia sebagai pusat ukir atau The World Carving Center.

"Jepara dikenal berbagai penjuru dunia sebagai the world carving center. Tapi jangan kemudian terlena hanya dengan menjaganya. Kita juga harus terus mengembangkannya agar mampu menjawab tantangan zaman," katanya.

Ia menegaskan industri mebel dan ukir tidak hanya dipandang sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga warisan budaya yang harus terus dijaga dan dikembangkan. Perubahan pasar yang berlangsung cepat menuntut pelaku usaha menghadirkan produk yang berkualitas, inovatif, ramah lingkungan, dan memiliki nilai budaya yang kuat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri pengolahan masih menjadi kontributor terbesar perekonomian Jepara dengan sumbangan 33,61 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada 2025. Pertumbuhan ekonomi Jepara juga mencapai 5,41 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 4,26 persen.

Sektor industri di Jepara menyerap sekitar 338.799 tenaga kerja dan menjadi sektor dengan penyerapan tenaga kerja terbesar di daerah tersebut. Khusus sektor furnitur, terdapat 892 perusahaan dengan nilai investasi lebih dari Rp1,17 triliun dan mampu menyerap sedikitnya 8.259 tenaga kerja.

Komoditas furnitur kayu juga menjadi andalan ekspor Jepara dengan nilai mencapai sekitar 197 juta dolar AS atau setara Rp3,29 triliun pada 2025, yang dipasarkan ke 114 negara tujuan ekspor. Nilai tersebut menyumbang 34,5 persen dari total ekspor Jepara.

Sebagai bentuk dukungan terhadap sektor tersebut, Pemkab Jepara menyiapkan sejumlah program unggulan dalam visi Jepara Mulus, di antaranya Festival Ukir Internasional, pengembangan Museum Ukir Nusantara, Pasar Mebel Jepara, UMKM Naik Kelas, hingga program Kartu Mebel Jepara.

Witiarso menambahkan pemerintah daerah juga tengah memperkuat kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi, baik di Jepara maupun di luar daerah, seperti universitas di Semarang dan Yogyakarta, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor mebel dan ukir.

"Bagi saya, kemajuan industri mebel tidak hanya diukur dari nilai ekspor, tetapi juga dari kesejahteraan para pekerja yang berada di belakang setiap produk yang dihasilkan," ujarnya.

Melalui pelatihan dan berbagai program pendukung tersebut, Pemkab Jepara berharap industri mebel dan ukir mampu terus berinovasi, menjaga kualitas produk, serta memperkuat posisi Jepara sebagai pusat industri furnitur dan ukir berkelas dunia yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Baca juga: Kapal penyeberangan ke Karimunjawa Jepara mengalami lonjakan penumpang



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026