Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Kudus mulai menyiapkan guru Bahasa Inggris untuk SD

Kamis, 18 Juni 2026 11:11 WIB
Image Print
Seorang guru SD Negeri di Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, saat mengajar siswanya. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, mulai mempersiapkan guru tingkat Sekolah Dasar (SD) agar menguasai Bahasa Inggris dengan memberikan pelatihan secara bertahap, karena nantinya mata pelajaran (mapel) Bahasa Inggris menjadi wajib di SD.

"Kami juga sudah berkomunikasi langsung dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) terkait program penguatan pembelajaran Bahasa Inggris sejak dini. Tahun depan Kabupaten Kudus juga akan terlibat dalam proyek percontohan yang berkaitan dengan penguatan kompetensi Bahasa Inggris di sekolah," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Eko Dhumartono di Kudus, Kamis.

Pihaknya juga akan melakukan pelatihan dan pendataan awal guru-guru yang siap mengajarkan Bahasa Inggris, terutama di tingkat SD. Karena jenjang SMP tidak mengalami kendala mengingat mata pelajaran Bahasa Inggris sudah diajarkan.

"Tantangan justru berada di tingkat SD yang selama ini belum memiliki guru khusus Bahasa Inggris, karena mata pelajaran tersebut belum masuk kurikulum wajib," ujarnya.

Pemkab Kudus akan memanfaatkan Balai Pengembangan Guru (BPG) untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) pengajar. Guru-guru yang dipilih akan diseleksi dari masing-masing sekolah sebelum mengikuti pelatihan.

"Yang disiapkan tentu SDM-nya, terutama guru yang nantinya bisa mengajar Bahasa Inggris. Awalnya diberikan rekomendasi oleh dinas, kemudian guru-guru yang dilatih akan menularkan ilmunya kepada guru lain di daerah," ujarnya.

Eko mengungkapkan pelatihan guru sebenarnya sudah mulai berjalan melalui Balai Pengembangan Guru dan Tenaga Kependidikan (BPGTK). Pada tahap awal Kudus mendapatkan kuota sekitar 50 guru untuk mengikuti pelatihan secara bertahap.

Guru yang mengikuti pelatihan nantinya mayoritas merupakan guru kelas yang akan dibekali kemampuan tambahan untuk mengajar Bahasa Inggris. Program tersebut ditujukan terutama bagi guru kelas 3 hingga kelas 6 SD.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Anggun Nugroho mengatakan pelatihan bagi para guru telah dimulai sejak satu bulan lalu dan difasilitasi oleh BPGTK.

"Kami sudah menyiapkan skema untuk guru-guru yang dilatih. Guru-guru yang sudah mendapatkan pelatihan diharapkan dapat mengimbaskan ilmu yang diperoleh kepada guru-guru lain di daerah," ujarnya.

Ia menjelaskan selama ini pembelajaran Bahasa Inggris di SD memang sudah ada di beberapa sekolah, namun belum menjadi mata pelajaran wajib dalam kurikulum. Selain itu, sebagian besar SD juga belum memiliki guru khusus Bahasa Inggris.

Karena keterbatasan tenaga pengajar khusus, pihaknya akan memaksimalkan tenaga pendidik yang ada melalui pola pengimbasan atau pelatihan berjenjang menyasar guru kelas yang nantinya akan mengajarkan Bahasa Inggris kepada siswa.

"Guru yang dipilih akan disesuaikan dengan kualifikasi dan kebutuhan sekolah masing-masing. Karena pemerintah pusat menargetkan tahun 2027 diterapkan untuk SD mulai dari kelas III sampai kelas VI, sehingga guru kelas tersebut harus sudah memiliki kemampuan mengajar Bahasa Inggris," ujarnya.

Ia berharap adanya persiapan tersebut, guru SD di Kudus tidak kesulitan ketika kebijakan pembelajaran Bahasa Inggris diterapkan secara lebih luas.

Baca juga: Tingkatkan kualitas mengajar, guru di Kudus buat komunitas belajar



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026