
Pemkab Demak membantu air bersih untuk warga pesisir lewat alat desalinasi

Demak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak, Jawa Tengah, mengupayakan bantuan pengadaan alat desalinasi atau alat pengubah air laut menjadi air siap konsumsi sebagai salah satu solusi penyediaan air bersih bagi masyarakat pesisir saat musim kemarau.
"Sebelumnya di Demak juga menerima bantuan alat desalinasi dari Pemprov Jateng bekerja sama dengan Universitas Diponegoro yang ditempatkan di Desa Banjarsari dan dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat sekitar," kata Bupati Demak Eisti'anah menanggapi masukan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) terkait pemanfaatan air laut sebagai sumber air bersih untuk mengantisipasi kekeringan atau musim kemarau di Demak, Kamis.
Selain di Desa Banjarsari, kata dia, alat serupa juga dimanfaatkan oleh salah satu pondok pesantren di Desa Tugu, Kecamatan Sayung, sebagai solusi mengatasi kesulitan air bersih di kawasan pesisir.
Menurut dia, keberadaan alat desalinasi tersebut cukup membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih, terutama saat musim kemarau dan intrusi air laut yang kerap melanda wilayah pesisir Demak.
Pemkab Demak, lanjut dia, juga tengah mencari informasi terkait kebutuhan anggaran untuk pengadaan alat desalinasi apabila masih dibutuhkan masyarakat di wilayah lainnya.
"Kami masih mengkaji kebutuhan anggarannya. Jika memang masyarakat sangat membutuhkan, tentu kami akan berupaya membantu pengadaannya," ucap Bupati Eisti'anah.
Ia berharap ketika kemampuan keuangan daerah semakin baik, pengadaan alat desalinasi dapat dipertimbangkan untuk diberikan kepada daerah-daerah yang mendesak membutuhkan pasokan air bersih, khususnya di kawasan pesisir yang rentan mengalami krisis air saat kemarau.
"Jika memang dibutuhkan masyarakat, tentu kami juga akan membantu," ujar Bupati Demak Eisti'anah.
Baca juga: Dinkes Demak intensifkan layanan CKG untuk pekerja pada 187 perusahaan
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
