
Keraton Surakarta berharap kebaikan di momen 1 Sura

Solo (ANTARA) - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat berharap datangnya kebaikan di momen perayaan 1 Muharam Tahun Baru Islam 1448 Hijriah atau 1 Sura Be 1860.
“Harapannya tahun yang baru membawa kebaikan yang lebih baik lagi, khususnya bagi Keraton Surakarta Hadiningrat,” kata salah satu putri Sri Susuhunan Pakubuwana (PB) XII Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari Koes Moertiyah atau yang akrab disapa Gusti Moeng di Solo, Jawa Tengah, Selasa.
Ia berharap seluruh pihak bisa meninggalkan hal-hal yang kurang baik dan memperbaikinya di masa yang akan datang.
“Yang kurang baik kita tinggalkan. Semoga Allah memberikan keselamatan, kesehatan, serta rezeki yang terus mengalir,” katanya.
Terkait dengan penyelenggaraan malam 1 Sura di Keraton Surakarta, ia mengapresiasi berbagai pihak yang telah terlibat, termasuk juga dukungan dari pemilik Wong Solo Grup Puspo Wardoyo.
Ia mengatakan kepedulian Puspo terhadap pelestarian budaya Jawa serta kegiatan-kegiatan di Keraton Surakarta Hadiningrat terus terjaga hingga saat ini.
“Semoga Gusti Allah melipatgandakan segala kebaikan yang telah diberikan kepada Keraton,” katanya.
Menurut dia, dukungan tersebut tidak hanya berupa partisipasi dalam kegiatan keraton, tetapi juga wujud kecintaan terhadap budaya Jawa dan perhatian terhadap para seniman serta budayawan.
“Saya mengenal beliau sebagai sosok yang sangat cinta budaya, sangat perhatian kepada seniman dan budayawan, serta memiliki niat besar untuk ikut melestarikan kebudayaan, khususnya budaya Jawa,” katanya.
Sementara itu, terkait dengan gelaran malam 1 Sura, Keraton Surakarta menggelar prosesi penyiraman pusaka. Prosesi tersebut diawali sejak pukul 19.00 WIB dengan penyiraman sebanyak 14 pusaka keraton yang terdiri dari tombak pusaka serta sejumlah benda peninggalan leluhur Keraton Surakarta Hadiningrat.
Sama dengan tahun-tahun sebelumnya, malam 1 Sura kali ini juga mendapatkan perhatian luas dari masyarakat. Gusti Moeng mengungkapkan antusiasme pengunjung sangat tinggi hingga memenuhi area keraton.
Selain masyarakat umum, sejumlah pejabat dari Kementerian Kebudayaan turut hadir dalam prosesi tersebut, termasuk jajaran Direktorat Jenderal Kebudayaan dan pejabat yang membidangi pelestarian warisan budaya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
