
Pemkab Batang-BRIN mengembangkan budi daya padi biosalin 32 hektare

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan program budi daya padi biosalin di lahan terdampak rob seluas 32 hektar di Kelurahan Kasepuhan untuk menjaga ketahanan pangan.
Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Rabu, mengatakan bahwa saat ini ada sekitar 300 hektare lahan terdampak rob yang berada di dua kelurahan yang dapat dimanfaatkan untuk dikembangkan budi daya tanaman padi itu.
"Ya, lebih dari 300 hektar lahan di dua kelurahan yang selama enam tahun terakhir tidak dapat digarap akibat genangan air laut dan tingginya kadar garam di tanah," katanya.
Wilayah Kabupaten Batang dikenal sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tinggi yang ditopang industrialisasi dan pengembangan kawasan strategis.
Namun demikian, kata dia, pemerintah daerah tidak ingin mengabaikan persoalan masyarakat pesisir yang selama ini terdampak rob.
"Selama ini ada lahan lebih dari 300 hektar yang seperti tersimpan di dalam kotak pandora, karena belum ada solusi nyata bagi para petani. Oleh karena itu, sudah saatnya kita mengembalikan harapan itu," katanya.
Ia mengatakan peluncuran budi daya padi biosalin dan nila salin bukan sekadar program pertanian biasa melainkan simbol kebangkitan kawasan pesisir yang selama ini kehilangan produktivitas akibat rob.
"Ini bukan akhir tetapi permulaan baru bagi Kabupaten Batang. Kita hadir bersama untuk membuktikan bahwa lahan yang dulu dianggap mati dapat kembali menjadi ladang kehidupan," katanya.
Menurut dia, varietas padi biosalin yang dikembangkan memiliki ketahanan terhadap kadar garam tinggi dan genangan air pasang sehingga dinilai cocok diterapkan di kawasan pesisir yang terdampak intrusi air laut.
Ia berharap program ini tidak berhenti pada lahan percontohan seluas 32 hektar tetapi dapat diperluas hingga menjangkau seluruh kawasan rob seluas lebih dari 300 hektare.
"Kami ingin para petani kembali memiliki harapan. Pemerintah pusat dan daerah punya komitmen untuk terus mendampingi mulai dari penyediaan bibit hingga membuka akses pasar," katanya.
Baca juga: BRIN dorong konsolidasi PT, UMS siap percepat hilirisasi inovasi
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
