Logo Header Antaranews Jateng

Pemerintah pusat masih matangkan pembangunan tanggul laut di Batang cegah rob

Selasa, 16 Juni 2026 20:58 WIB
Image Print
Tenaga Ahli Utama Bidang Kemitraan Daerah dan Masyarakat Pesisir Badan Otorita Pengelola Pantai Jawa bersama Bupati Batang Faiz Kurniawan (bertopi hitam) melakukab tebar benih ikan pada acara peresmian program budi daya padi biosalin di lahan seluas 32 hektar di Batang, Selasa (16/6/2026). (ANTARA/HO-Humas Kabupaten Batang)

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah pusat masih mematangkan proses pembangunan tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, sebagai upaya mengatasi persoalan banjir dan rob di daerah itu.

Tenaga Ahli Utama Bidang Kemitraan Daerah dan Masyarakat Pesisir Badan Otorita Pengelola Pantai Jawa M. Khadik di Batang, Selasa, mengatakan saat ini pihaknya masih menyiapkan berbagai regulasi serta melakukan pemetaan wilayah terdampak dan kebutuhan teknis di lapangan.

"Kami masih menyiapkan aturan-aturan dan melakukan pemetaan. Prinsipnya proyek ini terus berjalan untuk mencari solusi terbaik yang mampu menyelaraskan kepentingan masyarakat pesisir, nelayan, hingga pemerintah daerah," katanya.

Menurut dia, pembangunan Giant Sea Wall bukan hanya ditujukan untuk mengatasi persoalan rob yang terus terjadi setiap tahun tetapi juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir termasuk nelayan dan pelaku usaha di kawasan pantai utara Jawa.

Keberadaan infrastruktur tersebut, kata dia, nantinya diharapkan memberikan dampak positif berupa perlindungan kawasan pesisir sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih berkelanjutan.

"Harapannya tentu tidak hanya mengatasi rob tetapi juga membuka peluang baru bagi nelayan, pelaku usaha, dan memberikan kenyamanan bagi pemerintah daerah di sepanjang pesisir utara Jawa," katanya.

Ia mengatakan secara cakupan, proyek tanggul laut raksasa direncanakan membentang sepanjang kurang lebih 2.000 kilometer dan melibatkan empat provinsi di Pulau Jawa yakni Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.

Namun demikian, dia menegaskan waktu pelaksanaan maupun kebutuhan anggaran hingga saat ini masih dalam tahap pembahasan dan penghitungan secara mendalam di tingkat pusat.

"Semua masih dipersiapkan secara matang bersama kementerian, lembaga, badan otorita, dan pemerintah daerah, termasuk estimasi pembiayaan yang masih terus dihitung," katanya.

Di sisi lain, kata dia, sejumlah tantangan teknis juga masih menjadi perhatian pemerintah, salah satunya terkait keberadaan kabel internet bawah tanah di kawasan pesisir yang berpotensi terdampak pembangunan tanggul laut raksasa tersebut.

Menurut dia, apabila pembangunan dilakukan secara tertutup langsung maka biaya pembangunan dinilai lebih efisien.

Namun, kata dia, jika jaringan kabel bawah tanah harus dipindahkan maka kebutuhan anggaran diperkirakan akan meningkat cukup signifikan.

"Oleh karena itu berbagai opsi teknis termasuk penggunaan kanal masih terus dikaji agar pembangunan nantinya efektif sekaligus efisien," katanya.

Pemerintah berharap proyek Giant Sea Wall dapat menjadi solusi komprehensif dalam mengatasi banjir rob yang selama ini menjadi persoalan tahunan di kawasan pesisir pantura termasuk di Kabupaten Batang sekaligus memperkuat ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim.



Baca juga: Pemkab Batang bangun Sekolah Rakyat mulai pertengahan Juli 2026



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026