Logo Header Antaranews Jateng

Polisi Blora bantu perbaikan rumah warga tidak layak huni

Selasa, 16 Juni 2026 19:18 WIB
Image Print
Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto didampingi Kepala Baznas Kabupaten Blora menyerahkan bantuan program bedah rumah kepada keluarga Sarni di Dukuh Pojok, Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dalam rangka Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026. ANTARA/Gunawan

Blora (ANTARA) - Polres Blora, Jawa Tengah membantu perbaikan rumah warga di tiga kecamatan yang kondisinya tidak layak huni menjadi layak huni, sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat.

Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto di Blora, Selasa, mengatakan program bedah rumah ini dalam rangka peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang diwujudkan melalui aksi nyata guna memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

"Hal ini juga bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat sekaligus upaya memperkuat semangat gotong royong dalam membantu warga yang membutuhkan," ujarnya.

Menurut dia, rumah kebutuhan dasar yang memiliki peran penting membangun kualitas hidup satu keluarga serta menjadi tempat tumbuh harapan, kebahagiaan, dan masa depan keluarga.

"Sehingga membantu masyarakat mendapatkan tempat tinggal yang layak merupakan bagian dari upaya membangun kesejahteraan bersama," ujarnya.

Ia menjelaskan terdapat tiga rumah warga yang menjadi sasaran program bedah rumah, yakni Sukarjan (62), seorang petani asal Desa Palon, Kecamatan Jepon, dengan rumah berukuran 13 x 20 meter, Ngatmi (59), warga Kelurahan Puntodewo, Kecamatan Blora yang sehari-hari bekerja membuat kerupuk bawang.

Selain itu, Sarni (90), warga Dukuh Pojok, Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo yang selama puluhan tahun tinggal di rumah sederhana berukuran sekitar 40 meter persegi.

Bagi keluarga Sarni, bantuan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik satu rumah, akan tetapi menghadirkan harapan baru seorang lansia yang selama puluhan tahun menjalani masa tua dalam kondisi serba terbatas.

Rumah yang selama ini menjadi saksi perjuangan hidup keluarga Sarni perlahan akan berubah menjadi hunian yang lebih layak. Perubahan itu diharapkan dapat memberikan kenyamanan, keamanan, serta meningkatkan kualitas hidup keluarga tersebut.

Rumah yang ditempati Sarni bersama keluarganya menjadi salah satu sasaran program bedah rumah digelar Polres Blora bekerja sama dengan Baznas Kabupaten Blora dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara Ke-80 Tahun 2026.

Selama lebih dari 30 tahun, ia menjalani hari-harinya di rumah berukuran sekitar 5 x 8 meter dengan lantai tanah dan dinding yang sebagian telah lapuk dimakan usia. Fasilitas yang serba terbatas menjadi bagian dari kehidupan yang dijalani bertahun-tahun.

Keluarga tersebut juga belum memiliki sambungan listrik mandiri dan selama ini masih mendapat pasokan listrik dari rumah tetangga. Untuk kebutuhan air bersih, mereka mengandalkan sumur pompa, sedangkan aktivitas memasak sehari-hari masih menggunakan kayu bakar.

Di usia yang hampir menginjak satu abad, Sarni lebih banyak menghabiskan waktu di rumah ditemani putrinya, Karmini (69), sedangkan putranya, Sukarjo (66), bekerja sebagai pedagang es keliling untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Meski hidup dalam keterbatasan, keluarga Sarni tidak pernah kehilangan harapan. Mereka tetap bertahan menjalani kehidupan sehari-hari dengan penuh kesabaran sembari berharap suatu saat dapat tinggal di rumah yang lebih layak.

Harapan itu datang melalui program sosial diinisiasi Polres Blora bersama Baznas Kabupaten Blora. Program tersebut untuk membantu masyarakat kurang mampu agar memiliki tempat tinggal yang sehat, aman, dan nyaman.



Baca juga: Sekolah Rakyat di Blora memprioritaskan siswa dari keluarga desil 1 dan 2



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026