
Gedung Kudus Sehat gunakan dana BLUD tanpa pinjaman bank

Kudus (ANTARA) - Proyek pembangunan Gedung Kudus Sehat di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus dipastikan tidak menggunakan dana pinjaman dari perbankan, karena seluruh pembiayaan pembangunannya berasal dari dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Kudus, kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris.
"Awalnya memang direncanakan sebagian menggunakan dana pinjaman dari lembaga perbankan. Akan tetapi, setelah dihitung kembali, pendapatan dari BLUD RSUD Kudus masih mampu. Jadi pembangunan gedung sehat ini murni menggunakan dana BLUD," ujarnya di Kudus, Senin.
Menurut dia rencana pinjaman tersebut akhirnya dibatalkan karena kondisi keuangan rumah sakit menunjukkan tren yang baik. Dengan demikian, tidak diperlukan skema pembiayaan tambahan dari perbankan maupun perubahan anggaran dalam APBD.
"Sementara ini skema pinjaman tidak jadi karena kemampuan keuangan BLUD sudah cukup. Penghasilan rumah sakit juga cukup baik sehingga pinjaman tidak diperlukan," ujarnya.
Terkait berbagai tanggapan dari masyarakat dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM), Sam'ani menegaskan Pemkab Kudus terbuka terhadap kritik, masukan, maupun pengawasan publik terhadap seluruh program pembangunan yang dijalankan.
Ia mempersilakan masyarakat menyampaikan kritik, melakukan klarifikasi, konsultasi, maupun konfirmasi langsung kepada pemerintah daerah agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam memahami kebijakan yang diambil.
"Kami membuka ruang kepada semua masyarakat untuk mengoreksi kegiatan-kegiatan kami, memberikan kritik, masukan, bahkan melaporkan apabila ada hal yang dianggap tidak sesuai. Kalau ingin klarifikasi atau konfirmasi kepada kami juga terbuka lebar agar tidak terjadi salah persepsi," ujarnya.
Sam'ani menambahkan seluruh program pembangunan daerah, termasuk pembangunan Gedung Kudus Sehat, telah melalui proses perencanaan dan pembahasan sesuai dokumen pembangunan daerah, mulai dari RPJMD, RKPD hingga RAPBD.
Kehadiran Gedung Kudus Sehat nantinya diharapkan mampu menjadi pusat medical tourism bagi masyarakat Kabupaten Kudus dan wilayah sekitarnya.
Nilai pagu proyek pembangunan gedung tersebut mencapai sekitar Rp110 miliar. Dalam proses lelang, proyek dimenangkan oleh PT Gala Tama, Kota Semarang, dengan nilai penawaran sebesar Rp91,45 miliar.
Gedung enam lantai itu akan dilengkapi area parkir serta berbagai fasilitas pendukung. Lantai pertama direncanakan untuk pasar modern, lantai kedua untuk poliklinik, medical check up (MCU), dan farmasi. Lantai ketiga akan digunakan untuk layanan rehabilitasi medik, klinik estetika, serta radiologi.
Sementara itu, lantai keempat akan difungsikan sebagai hotel dan restoran. Adapun lantai kelima dan keenam diperuntukkan bagi ruang rawat inap VIP dan VVIP.
Sebelumnya, RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus juga telah menyelesaikan pembangunan Gedung Stroke dan Onkologi pada 27 Desember 2025 guna melengkapi fasilitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
