
BPS kerahkan 925 petugas PPL dan PML untuk Sensus Ekonomi 2026 di Temanggung

Temanggung (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mengerahkan 925 petugas Sensus Ekonomi 2026 terdiri atas 814 Petugas Pendata Lapangan (PPL) dan 111 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML).
Kepala BPS Kabupaten Temanggung Henri Wagiyanto pada Pencanangan dan Penguatan Komitmen bersama Menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Pendopo Jenar Temanggung, Senin, menjelaskan tahap pertama sensus dilakukan secara daring sejak Mei hingga Juli 2026 yang ditujukan bagi perusahaan besar melalui tautan pengisian mandiri yang dikirimkan melalui surat elektronik (email).
Pada tahap berikutnya, lanjut dia, petugas sensus akan melakukan pendataan secara langsung dari pintu ke pintu. Pendataan menyasar seluruh bangunan, baik rumah tinggal maupun tempat usaha.
"Petugas akan mendatangi bangunan satu per satu, baik rumah tinggal maupun tempat usaha. Tujuannya agar seluruh aktivitas usaha, mulai mikro, kecil, menengah hingga besar bisa terdata tanpa ada yang tertinggal," katanya.
Menurutnya, cakupan Sensus Ekonomi 2026 kali ini lebih luas dibandingkan pelaksanaan sebelumnya, karena sektor ekonomi pertanian yang sebelumnya belum tercakup secara menyeluruh kini turut didata dalam sensus.
Ratusan petugas tersebut akan menyasar seluruh wilayah di Kabupaten Temanggung yang telah dibagi berdasarkan Satuan Lingkungan Setempat (SLS), sehingga proses pendataan dapat berjalan lebih efektif dan menyeluruh.
Ia mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi yang benar kepada petugas sensus. Ia memastikan seluruh data yang diberikan akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.
"Masyarakat dijamin kerahasiaannya. Jadi tidak akan dimunculkan secara individu, tetapi akan dimunculkan nanti secara agregat jumlah-jumlah masing-masing," kata Kepala BPS Temanggung Henri Wagiyanto.
Baca juga: BPS Kabupaten Temanggung sosialisasikan Sensus Ekonomi 2026
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
