
Annitho Aswaja sebut pengamal tarekat bukan hanya laki-laki

Semarang (ANTARA) - Ketua Pengurus Besar (PB) Annisa Thoriqoh Ahlussunnah Wal Jamaah (Annitho Aswaja) Sechah wal Afiah mengatakan bahwa pengamal tarekat bukan hanya kaum laki-laki, melainkan juga perempuan.
"Yakni, para ibu dan remaja putri yang telah berbaiat 'thariqah'. Sehingga kehadiran lembaga khusus pembimbing perempuan, seperti Annitho Aswaja menjadi sebuah keniscayaan," katanya di sela acara Silaturrahmi Nasional Annitho Aswaja di Wisma Perdamaian di Semarang, Sabtu.
Annitho Aswaja adalah organisasi perempuan tarekat yang bernaung di bawah Jam'iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu'tabarah Ahlussunah Wal Jamaah (Jatman Aswaja) pimpinan Maulana Habib Luthfi bin Ali bin Yahya.
Menurut dia, silatnas tersebut menjadi forum pertemuan akbar pertama berskala nasional bagi seluruh anggota dan pengurus Annitho Aswaja berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia mengatakan Annitho Aswaja terbuka untuk semua kalangan dan tidak hanya bagi mereka yang telah berbaiat tarekat, tetapi juga siapa saja yang ingin belajar dan mengenal lebih jauh tentang tarekat.
"Annitho tak hanya untuk yang sudah berbaiat 'thariqah', tapi semua yang ingin tahu dan baru mempelajarinya. Siapapun yang ingin bergabung, kami persilakan belajar bersama," katanya.
Ia menekankan bahwa thariqah bukan hanya tentang ritual dzikir dan ibadah semata, seban orang yang bertarekat harus mampu meraih kemandirian dalam bidang sosial, budaya, dan ekonomi.
"'Thariqah' tak hanya memutar tasbih dan duduk di atas sajadah. Orang yang berthariqah bisa mandiri di dalam sosial, budaya, dan ekonomi. Segala bidang kehidupan manusia juga kami perhatikan," katanya.
Rencananya, Annitho Aswaja bersama Jatma Aswaja akan memfasilitasi UMKM jamaah dengan menyediakan ruang jual dan promosi produk sehingga tercipta interaksi ekonomi yang nyata dan perekonomian jamaah dapat terus bergerak maju.
Pembina Annitho Aswaja Jateng-DIY Nawal Arafah Yasin mengatakan silaturahim tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan organisasi itu.
Dengan silaturahim, dia mengharapkan bisa saling berkumpul dan mendapatkan berkah dari para ahli thoriqoh, habib, dan ulama, terutama dengan Habib Luthfi bin Yahya.
Wakil Sekjend Jatma Aswaja Hasan Chabibie mengatakan silaturahim itu sebagai kesempatan melakukan koordinasi dan konsolidasi organisasi, sebab organisasi itu menjadi rumah besar dari para pengamal tarekat di seluruh Indonesia.
"Sudah ada kurang lebih 11 pengurus wilayah yang terbentuk di seluruh Indonesia dan kurang lebih 100 pengurus cabang yang tersebar dari Aceh sampai kemudian di Papua," katanya.
Menurut dia, Jatma Aswaja maupun Annitho Aswaja terus akan menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi perjalanan bangsa Indonesia, baik aktivitas yang berkaitan dengan cinta tanah air maupun penguatan kemandirian ekonomi.
Dalam kesempatan itu, Habib Luthfi Bin Yahya mengingatkan anggota tarekat senantiasa menjaga semangat cinta kepada tanah air.
Ia juga mengajak anggota Annintho menjadi perempuan mandiri.
"Jangan sampai kita menjadi warga negara Indonesia yang memalukan kesepuhan-kesepuhan kita atau disebut para pendahulu," katanya.
Baca juga: Pemkab Batang bidik UMKM jadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
