Logo Header Antaranews Jateng

Tingkatkan minat baca, 400 orang ikuti "Baca Senyap" di Gramedia Jalma Semarang

Minggu, 14 Juni 2026 07:05 WIB
Image Print
Pengunjung dari komunitas literasi dan masyarakat umum mengikuti gerakan "Baca Senyap" di Gramedia Jalma Semarang, Sabtu (13/6/2026). ANTARA/Zuhdiar Laeis

Semarang (ANTARA) - Sekitar 400 orang berasal dari 30 komunitas dan masyarakat umum mengikuti kegiatan "Baca Senyap" di Gramedia Jalma Semarang, Sabtu, sebagai salah satu upaya meningkatkan minat baca dan literasi.

Mereka yang telah mendaftar diperkenankan membaca buku secara pribadi dan memilih sudut favorit di toko buku yang kini tampil lebih hangat dan nyaman sebagai ruang perjumpaan para pencinta buku itu.

Manager Redaksi dan Produksi Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) Christina M Udiani menjelaskan kegiatan baca senyap itu digelar dalam rangka HUT Ke-30 Penerbit KPG.

Rangkaian perayaan HUT Ke-30 KPG di Semarang berlangsung selama tiga hari, dengan mengusung tema "Belajar Membaca, Belajar Bernalar", perayaan dibuka dengan baca senyap pagi-pagi sebelum toko buku buka.

"Kegiatan ini merupakan kerja sama Penerbit KPG dan Gramedia Jalma Semarang, dan didukung oleh lebih dari 30 komunitas literasi di Kota Semarang dan sekitarnya," katanya.

Ia menjelaskan gerakan itu telah dilakukan KPG dalam merayakan ulang tahun sejak 2025, yang juga diselenggarakan tak lama setelah pembukaan Gramedia Jalma di Melawai, Jakarta, dengan jumlah peserta mencapai 300 orang.

Ia mengatakan gerakan tersebut di Indonesia dipopulerkan oleh Hestia Istiviani selaku Duta Baca Jakarta 2023 yang terinspirasi dari gerakan "silent book club" di Amerika.

Menurut dia, gerakan "Baca Senyap" wujud kolaborasi penerbit, pembaca, komunitas literasi, dan toko buku yang masing-masing memiliki peran penting.

"Satu keluarga besar yang saya kira harus tetap kita rawat bersama untuk menjaga kewarasan kita supaya kita tetap bernalar dan terutama berani bersikap," katanya.

Selain "Baca Senyap", KPG juga akan menggelar acara untuk anak, sebagai suatu upaya merawat nalar sejak dini lewat program interaktif yang memadukan "storytelling" dan permainan detektif, Pecahkan Kasus Misteri: Penghuni Rumah Kosong.

Cerita misteri "Penghuni Rumah Kosong" karya Benny Rhamdani, salah satu dari 41 cerita dalam Kumpulan Cerita Misteri BOBO, akan dibawakan dengan gaya mendongeng oleh Salsabilla Nadifa Setiawan.

Narasi Sabil, sapaan akrab sang pendongeng cilik kemudian akan membawa para peserta, anak-anak berusia 7-12 tahun, masuk ke dunia penuh teka-teki yang sudah dirancang oleh komunitas penggemar cerita misteri, Detectives.id.

Pada kesempatan ini, juga hadir Duta Baca Semarang 2024, Aisha Rheavashti Alulazaki sebagai pembawa acara.

"Tidak hanya untuk anak, kegiatan ini sebenarnya juga bisa menjadi ruang nostalgia bagi para orangtua yang tumbuh bersama cerita-cerita Bobo," kata Pradikha Bestari, editor Kiddo, lini penerbitan buku anak KPG.

Keseruan masa kecil orang tua, kata dia, menjadi bisa dibagi ke anak dengan harapan lebih mengeratkan hubungan orang tua dan anak.

Baca juga: Badan Bahasa: Kemampuan literasi bukan hanya sekadar bisa membaca



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026