
Pemkab Batang pastikan harga bahan pokok di pasar tradisional terpantau stabil

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memastikan sejumlah harga bahan pokok penting di pasar tradisional masih terpantau aman dan stabil setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Batang Wahyu Budi Santosa di batang, Sabtu, mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pantauan harian terhadap harga bahan pokok di pasar tradisional guna menjaga stabilitas harga dan memastikan stok pangan.
Kegiatan pantauan harian ini, kata dia, dilakukan pada 20 komoditas bahan pokok penting yang menjadi indikator pergerakan harga di pasar tradisional.
"Dalam hasil laporan ada sekitar 20 komoditas yang dipantau setiap hari. Kalau sembako itu hanya sebagian yaitu sekitar sembilan komoditas sehingga cakupannya lebih luas," katanya.
Menurut dia, berdasarkan hasil pantauan sejumlah kebutuhan pokok utama di daerah masih stabil dan stok aman mencukupi kebutuhan masyarakat.
Harga beras premium berada di angka Rp14.500 per kilogram, beras medium Rp13.500 per kilogram, gula pasir lokal Rp17.500 per kilogram, daging sapi murni Rp140 ribu per kilogram, daging ayam ras Rp38 ribu per kilogram, dan telur ayam ras Rp29 ribu per kilogram.
Untuk kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga, kata dia, seperti kedelai impor semula Rp13.500 per kilogram naik menjadi Rp14 ribu per kilogram dan dan ayam kampung semula Rp65 ribu per kilogram naik menjadi Rp80 ribu per kilogram.
Ia mengatakan untuk beberapa komoditas hortikultura justru mengalami penurunan harga seperti cabai rawit hijau semula Rp34 ribu per kilogram turun menjadi Rp30 ribu per kilogram, cabai merah teropong semula Rp35 ribu per kilogram turun jadi Rp30 ribu per kilogram, dan cabai merah keriting semula Rp36 ribu per kilogram menjadi Rp35 ribu per kilogram.
Turunnya harga sejumlah komoditas tersebut, kata dia, dipengaruhi oleh meningkatnya produksi dan ketersediaan komoditas itu di pasar.
"Kalau stok barang melimpah dan produksi meningkat maka biasanya harga akan ikut turun. Ini yang terjadi pada beberapa jenis cabai," katanya.
Ia mengatakan pihaknya masih terus memantau kemungkinan dampak kenaikan harga bahan bakar minyak non-subsidi terhadap kebutuhan pokok masyarakat.
"Namun demikian, hingga saat ini pengaruhnya dinilai belum terlalu signifikan karena kebijakan tersebut baru berjalan dalam waktu singkat," katanya.
Baca juga: Pemkab Batang libatkan 825 petugas pendataan Sensus Ekonomi 2026 kumpulkan data
Pewarta: Kutnadi
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
