
Dua rumah di Demak terbakar diduga akibat korsleting listrik

Demak (ANTARA) - Dua rumah milik warga di Desa Tamansari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, terbakar yang diduga dipicu oleh korsleting listrik yang menghanguskan sebagian besar bangunan rumah, Jumat.
Menurut salah satu warga Desa Tamansari, Rifqi di Demak, Jumat, api pertama kali diketahui dari rumah tetangganya yang bernama Kholili Rohman pada Jumat (12/6) pukul 05.00 WIB.
Saat terjadi kebakaran tersebut, kata dia, warga sekitar bergotong-royong membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, api cepat membesar dan merembet ke rumah tetangga milik Pipit Nurbiyantoro.
Ia mengungkapkan upaya pemadaman juga dibantu tim pemadam kebakaran Pemkab Demak, namun api yang cepat membesar melalap kedua rumah warga tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Demak Agus Sukiyono mengatakan setelah mendapat laporan dari warga, petugas pemadam kebakaran diterjunkan untuk menuju lokasi kejadian.
"Petugas bergerak cepat setelah menerima laporan dan tiba di lokasi dalam waktu 17 menit. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga pukul 07.30 WIB," ujarnya.
Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Meski demikian, kebakaran mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai ratusan juta.
Dalam penanganan kejadian, Pemadam Kebakaran Kabupaten Demak menerjunkan satu unit mobil pemadam kebakaran. Sejumlah unsur turut membantu proses penanganan, antara lain personel Damkar Kabupaten Demak dari Pos Demak dan Pos Karangawen, Polsek Mranggen, perangkat desa, relawan, serta warga setempat.
Petugas memastikan api berhasil dipadamkan dan tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.
"Kami imbau masyarakat untuk selalu memeriksa instalasi listrik secara berkala guna mencegah terjadinya kebakaran akibat korsleting listrik," ujarnya.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
