Logo Header Antaranews Jateng

PDAM Semarang reaktivasi reservoir Siranda guna memperkuat pasokan air

Sabtu, 13 Juni 2026 05:21 WIB
Image Print
Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang Ady Setiawan bersama jajaran saat meresmikan reaktivasi reservoir Siranda, Semarang, Jumat (12/6/2026). ANTARA/HO-PDAM Kota Semarang

Semarang, Jateng (ANTARA) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang, Jateng, mereaktivasi reservoir Siranda, yang telah berusia lebih dari satu abad untuk memperkuat pasokan air minum.

Direktur Utama PDAM Kota Semarang Ady Setiawan di Semarang, Jateng, Jumat, menjelaskan reservoir Siranda adalah salah satu warisan luar biasa dalam pelayanan air minum di Kota Atlas ini.

Ia menjelaskan setidaknya ada beberapa alasan reaktivasi reservoir Siranda, yakni pertama karena usianya yang sudah seratus tahunan dan telah mengalami berbagai dinamika dalam melayani masyarakat.

"Pada tahun saat pertempuran lima hari di Semarang, Dokter Kariadi berhasil menyelamatkan warga Kota Semarang dari penjajah yang ingin meracuni reservoir Siranda ini," katanya, usai "Launching dan Re-Flowing Reservoir Siranda".

Reaktivasi reservoir Siranda yang dibangun pada 1912-1923 itu dilakukan dengan selamatan dan shalawatan dengan mengundang Gus Muhammad Nurul Huda, pengasuh Pesantren Santri Ndalan Nusantara.

"Dinamika yang kedua adalah reservoir ini usianya sudah satu abad, sehingga menimbulkan aura-aura yang singup, aura-aura yang gelap, dan berakibat banyak orang tidak mau datang ke reservoir Siranda," kata Wawan, sapaan akrabnya.

Hingga akhirnya, kata dia, pada 16 Agustus 2025 ada temuan mayat yang sudah membusuk 19 hari di reservoir Siranda, dan sempat menggegerkan karena area masuk reservoir tertutup.

"Berkaca ataupun berangkat dari pemikiran itu, maka kami ingin menghargai jasa para pendahulu yang telah membangun reservoir ini untuk melayani masyarakat," katanya.

Ia menyebutkan reservoir tersebut melayani cakupan wilayah Simpang Lima, Tegalsari, Seroja, kawasan Jalan Dokter Cipto, Jalan Kartini, sampai dengan Bimbingan.

"Itu semuanya di-cover dari reservoir ini. Kemudian, di Sekayu, Jalan Pemuda. Kurang lebih ada 23.000-30.000 pelanggan yang di-cover reservoir Siranda," katanya.

Ia menjelaskan reaktivasi reservoir Siranda juga dilakukan seiring dengan harmonisasi tarif pelanggan untuk blok niaga dan industri dengan tambahan pasokan 130 liter per detik.

"Mudah-mudahan tambahan ini dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas air pelayanan air minum untuk masyarakat di sekitar reservoir Siranda, utamanya golongan industri dan niaga," katanya.

Untuk pasokan reservoir Siranda sanggup menyuplai air bersih 130 liter per detik, kata dia, ditambah cadangan yang ada di samping reservoir.

Mengantisipasi kejadian serupa, seperti orang menyusup ke dalam reservoir, lanjutnya, telah dibangun rumah dinas dan pengaturan sif untuk berjaga di reservoir Siranda.

"Saya katakan pegawai yang bersedia untuk tinggal di rumah dinas, sekaligus juga selain ada sif pengaturan jaga, akan kita naikkan pangkatnya satu golongan," katanya.

Baca juga: PDAM Kota Semarang naikkan tarif pelanggan niaga dan industri per 1 Juni



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026