Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Batang libatkan 825 petugas pendataan Sensus Ekonomi 2026 kumpulkan data

Jumat, 12 Juni 2026 21:17 WIB
Image Print
Bupati Batang Faiz Kurniawan (kiri), menyematkan tanda pengenal petugas SE26 secara simbolis sebagai tanda dimulainya sensus, di Batang, Kamis (11/6/2026). ANTARA/Kutnadi

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, melibatkan 825 petugas Sensus Ekonomi 2026 untuk mengumpulkan data akurat terkait profil, skala usaha, dan performa ekonomi masyarakat.

Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Sabtu, mengatakan bahwa para petugas sensus bekerja secara optimal di lapangan agar data yang dihimpun benar-benar akurat dan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan pembangunan daerah ke depan.

"Kami minta petugas lapangan betul-betul terjun ke lapangan, melaksanakan tugas dengan baik, dan memastikan seluruh data yang dibutuhkan dapat terhimpun secara lengkap. Dari basis data sensus ini nanti kita bisa mengetahui pondasi ekonomi daerah seperti apa," katanya.

Menurut dia, hasil sensus ekonomi tidak hanya menjadi potret kondisi ekonomi daerah saat ini tetapi juga berfungsi sebagai bahan evaluasi terhadap kebijakan ekonomi sebelumnya sekaligus dasar penyusunan program pembangunan untuk jangka panjang.

Data sensus ini, kata dia, penting untuk review kebijakan ekonomi yang sudah berjalan sekaligus menjadi dasar termasuk melihat langsung kondisi masyarakat yang benar-benar membutuhkan dukungan atau intervensi pemerintah berdasarkan fakta lapangan.

"Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat agar menerima kehadiran petugas sensus dan memberikan data secara terbuka," katanya.

Ia menegaskan pelaksanaan sensus tidak memungut biaya apa pun karena seluruh kegiatan telah dibiayai negara.

"Sensus ini sangat penting dan masyarakat tidak dibebani apa pun namun justru hasilnya akan bermanfaat bagi masyarakat sendiri. Oleh karena itu, saya minta masyarakat terbuka terhadap para petugas sensus," katanya.

Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Batang Heni Djumadi mengatakan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya mendata aktivitas usaha ekonomi saja tetapi juga melakukan pembaruan data keluarga dan penduduk.

"Sensus Ekonomi 26 kami sebut sebagai sensus dengan paket lengkap. Kami mendata usaha dari skala paling kecil hingga besar sekaligus melakukan updating keluarga dan penduduk sebagai pondasi ekonomi," katanya.

Ia mengatakan kegiatan Sensus Ekonomi ini akan dimulai 15 Juni 2026 hingga 31 Agustus 2026 dengan sistem metode mendatangi dari rumah ke rumah.

"Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum sensus yang hanya dilaksanakan setiap 10 tahun sekali tersebut untuk memastikan data diri maupun kondisi usahanya tercatat secara akurat," katanya.



Baca juga: Pemkab Batang bidik UMKM jadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026