Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Batang bidik UMKM jadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah

Jumat, 12 Juni 2026 19:17 WIB
Image Print
Bupati Batang Faiz Kurniawan melantik pengurus Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Batang periode 2026–2031 di Aula Bupati Batang, Kamis (11/6/2026). (ANTARA/HO-Humas Kabupaten Batang)

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, membidik sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kami berharap sektor ekonomi kreatif maupun UMKM dapat berkontribusi lebih dari 30 persen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," kata Bupati Batang Faiz Kurniawan di Batang, Jumat.

Menurut dia, selain sektor industri manufaktur, pertumbuhan ekonomi daerah juga perlu ditopang oleh geliat UMKM dan industri kreatif yang memiliki pasar luas serta daya saing tinggi.

"Oleh karena itu, kami berharap pengurus Komite Ekonomi Kreatif mampu menghadirkan program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat khususnya dalam penguatan sektor UMKM dan industri kreatif.

Ia mengatakan pihaknya siap memberikan dukungan penuh terhadap program kerja Komite Ekonomi Kreatif Batang termasuk membuka ruang kolaborasi dengan sektor pariwisata dan industri.

Selain itu, ia mengatakan juga meminta kepada pengurus Komite Ekonomi Kreatif untuk menghadirkan gagasan inovatif yang dapat mengisi lima destinasi wisata prioritas daerah pada 2027.

"Nanti saya ingin lokasi turis prioritas pada 2027 diisi oleh teman-teman industri kreatif," katanya.

Ia menyebutkan beberapa lokasi wisata yang diproyeksikan menjadi prioritas pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM seperti kawasan Pantai Sigandu, Pagilaran dan Curug Genting.

Selain itu, katanya, pihaknya juga alam terus mendorong perusahaan-perusahaan di daerah agar memperkuat dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan kepada pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Batang Muhamad Haryanto mengatakan pengembangan ekonomi kreatif daerah akan diarahkan berbasis kekayaan budaya, sejarah, dan identitas lokal yang selama ini belum tergarap optimal.

"Daerah ini memiliki modal besar berupa warisan sejarah, budaya, potensi laut, hingga sumber daya manusia kreatif yang dapat diolah menjadi nilai ekonomi. Namun, kita hanya melihat daerah ini dari sisi gunung dan lautnya saja padahal banyak memiliki sejarah panjang, candi, prasasti, dan nilai budaya yang bisa dijual," katanya.



Baca juga: Pemkab Batang kenalkan seni tari tradisional anak jaga warisan budaya asli daerah



Pewarta:
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026