Logo Header Antaranews Jateng

Bapperida harapkan hasil penelitian jadi referensi susun kebijakan

Kamis, 11 Juni 2026 16:40 WIB
Image Print
Acara pengumuman pemenang Riset Unggulan Daerah (RUD) Tahun 2026 diselenggarakan Bapperida Kota Magelang di Magelang, Kamis (11/6/2026). ANTARA/HO-Bagian Prokompim Pemkot Magelang

Magelang (ANTARA) - Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Magelang mengharapkan hasil penelitian tidak berhenti pada tataran akademis semata, tetapi menjadi referensi penyusunan kebijakan dan implementasi program pembangunan daerah.

"Melalui pemanfaatan hasil riset yang relevan dan aplikatif, Pemerintah Kota Magelang terus berupaya mewujudkan pembangunan yang berbasis data, inovasi, dan kebutuhan masyarakat," ujar Kepala Bapperida Kota Magelang Handini Rahayu dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang di Magelang, Kamis.

Ia mengatakan hal itu pada acara pengumuman pemenang Riset Unggulan Daerah (RUD) Tahun 2026 diselenggarakan Bapperida Kota Magelang.

Melalui penelitian yang relevan dan aplikatif, ujar dia, akan semakin banyak gagasan berkualitas yang lahir guna mendukung terwujud Kota Magelang yang maju, inovatif, dan berdaya saing.

Juara pertama RUD 2026 diraih tim peneliti dengan judul “Revitalisasi Kuliner Heritage Kota Magelang melalui Teknologi Pengawetan dan Inovasi Produk untuk Daya Saing UMKM” dengan ketua tim Emma Dwi Ratnasari.

Penelitian tersebut dinilai memiliki kontribusi strategis dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif sekaligus pelestarian kuliner khas Kota Magelang.

Juara kedua diberikan kepada penelitian berjudul “Si-Pandai”: Model Sekolah Inklusi Berbasis Kesiapan Guru dalam Perspektif EDAI (Equity, Diversity, Accessibility and Inclusion) di Kota Magelang, dengan ketua tim Galih Istiningsih.

Penelitian ini menawarkan model pengembangan pendidikan inklusif yang menitikberatkan kesiapan guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang setara, beragam, mudah diakses, dan inklusif bagi seluruh peserta didik.

Atas prestasi tersebut, masing-masing tim peneliti memperoleh penghargaan berupa uang pembinaan Rp17.500.000.

Program ini menjadi bentuk apresiasi kepada para peneliti yang menghasilkan karya inovatif dan berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah berbasis riset.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026