Logo Header Antaranews Jateng

Baznas Banyumas mengembangkan 100 warung mustahik lewat Z-Mart

Rabu, 10 Juni 2026 16:49 WIB
Image Print
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sekretaris Daerah Banyumas Nungky Harry Rachmat (kiri) dan Wakil Ketua II Baznas Provinsi Jawa Tengah Zain Yusuf (kanan) meninjau warung milik salah seorang mustahik dalam peluncuran Program 100 Z-Mart di Rest Area Masjid Serayu Tumiyang, Kecamatan Kebasen, Banyumas, Rabu (10/6/2026). ANTARA/HO-Pemkab Banyumas

Banyumas (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengembangkan 100 warung milik mustahik melalui Program Z-Mart sebagai upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat zakat produktif.

Program tersebut diluncurkan di Rest Area Masjid Serayu Tumiyang, Kecamatan Kebasen, Banyumas, Rabu, dan dihadiri Wakil Ketua II Baznas Provinsi Jawa Tengah Zain Yusuf, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Banyumas Nungky Harry Rachmat yang mewakili Bupati Banyumas, serta sejumlah tamu undangan.

Dalam kesempatan itu, Ketua Baznas Kabupaten Banyumas Khasanatul Mufidah mengatakan Program Z-Mart merupakan hasil kolaborasi antara Baznas RI dan Baznas Kabupaten Banyumas untuk mendorong kemandirian ekonomi mustahik melalui pengembangan usaha ritel berbasis komunitas.

"Pada tahun 2026 ini, Program Z-Mart di Kabupaten Banyumas diperuntukkan bagi 100 titik Z-Mart dengan bantuan senilai Rp800 juta atau Rp8 juta per unit. Sebanyak 30 titik berasal dari Baznas RI dan 70 titik lainnya didukung Baznas Kabupaten Banyumas," katanya.

Menurut dia, penyaluran bantuan dimulai pada saat peluncuran program dan akan dilanjutkan secara bertahap kepada penerima manfaat lainnya.

Dia mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas usaha para penerima manfaat sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

Dalam hal ini, kata dia, Program Z-Mart merupakan salah satu bentuk pentasharufan zakat produktif yang berfokus pada pengembangan warung atau toko skala mikro hingga kecil.

"Program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan jangka pendek mustahik, tetapi juga mendorong terciptanya kemandirian ekonomi," katanya.

Dia mengatakan Program Z-Mart sejalan dengan program Banyumas Produktif, Adil dan Sejahtera (PAS) yang diusung Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dan Wakil Bupati Banyumas Lintarti.

Melalui program tersebut, kata dia, para penerima manfaat diharapkan dapat mengembangkan usaha yang lebih maju, meningkatkan daya saing, serta secara bertahap bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki.

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dalam sambutan yang dibacakan Nungky Harry Rachmat mengatakan Program Z-Mart merupakan inovasi pemberdayaan ekonomi yang strategis karena tidak hanya memberikan bantuan modal dan sarana usaha, juga membangun kemandirian serta meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro.

"Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada Baznas atas terlaksananya program ini. Saya yakin Z-Mart akan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM," katanya.

Menurut dia, program tersebut juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam mempercepat pengentasan kemiskinan melalui penguatan ekonomi masyarakat dan penciptaan peluang usaha produktif.

Ia mengatakan upaya pengentasan kemiskinan tidak cukup dilakukan melalui bantuan sosial semata, tetapi juga harus diwujudkan melalui program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

Bupati mengharapkan sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, dunia usaha, dan masyarakat terus diperkuat agar semakin banyak program pemberdayaan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Banyumas.

Baca juga: Wabup Banyumas: Program Z-Mart Baznas jawab tantangan menjamurnya ritel modern



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026