
Bawaslu Kudus gandeng pelajar jadi pengawas partisipatif pemilu

Kudus (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda dengan menyasar kalangan pelajar sebagai pengawas partisipatif pada pemilihan umum (pemilu) maupun pemilihan kepala daerah (pilkada) mendatang.
"Kami terus memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda melalui sosialisasi pengawasan partisipatif bersama Kader Pengawas Partisipatif Pioneer Kudus. Apalagi generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah bangsa karena saat ini lebih dari separuh Daftar Pemilih Tetap (DPT) didominasi oleh generasi milenial dan generasi Z," kata Anggota Bawaslu Kudus Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Naily Faila Saufa saat melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif di SMA NU Al-Ma'ruf Kudus, Selasa.
Sosialisasi tersebut melibatkan siswa kelas X dan XI sebagai calon pemilih pemula.
Menurut Naily keberadaan generasi muda dalam pesta demokrasi bukan sekadar pelengkap, melainkan menjadi penentu masa depan bangsa melalui pilihan politik yang mereka ambil.
"Anak-anak muda saat ini merupakan penentu kemenangan dan arah kebijakan negara lima tahun ke depan. Karena itu, gunakan hak pilih secara cerdas dan bertanggung jawab," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Naily juga memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan sebagai pemilih pemula. Mulai dari memastikan nama terdaftar dalam daftar pemilih melalui laman cekdptonline.kpu.go.id, mempelajari rekam jejak serta visi dan misi kandidat, menyaring informasi agar terhindar dari hoaks dan kampanye hitam, hingga menggunakan hak pilih sesuai hati nurani saat pemungutan suara.
Ia menegaskan bahwa sikap apatis terhadap politik justru akan membuat generasi muda kehilangan kesempatan untuk menentukan masa depan bangsa. Karena itu, keterlibatan aktif dalam proses demokrasi perlu terus ditumbuhkan.
"Jangan apatis terhadap demokrasi. Generasi muda harus ikut menjaga demokrasi bangsa, salah satunya melalui pengawasan partisipatif," ujarnya.
Sementara itu, Kader Pengawas Partisipatif Pioneer Kabupaten Kudus Eka Rizqiana menjelaskan pentingnya pengawasan partisipatif oleh pemilih pemula dalam menjaga integritas dan kualitas demokrasi.
Menurut Eka generasi muda memiliki sejumlah keunggulan yang dapat menjadi modal dalam mengawal jalannya Pemilu, mulai dari tingginya konektivitas digital, sikap kritis dan idealis, hingga kemampuan membangun jejaring melalui berbagai komunitas sosial.
Ia menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif merupakan keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawal seluruh tahapan pemilu secara sukarela tanpa harus menjadi bagian dari jajaran resmi Bawaslu.
"Pengawasan partisipatif bertujuan mencegah pelanggaran Pemilu, meningkatkan transparansi publik, dan memastikan setiap suara masyarakat terlindungi dari berbagai bentuk kecurangan," ujarnya.
Eka mengajak para pelajar untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kualitas demokrasi, antara lain dengan mengawal ruang digital dari penyebaran disinformasi, menolak praktik politik uang, mengawasi masa tenang dari kampanye terselubung, hingga ikut memantau proses pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS).
Pihak SMA NU Al-Ma'ruf Kudus juga menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap para siswa memperoleh bekal yang cukup untuk menjadi pemilih yang bertanggung jawab sekaligus memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi di Indonesia.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
