Logo Header Antaranews Jateng

Pemkab Kudus memperkuat gerakan kelola sampah keluarga lewat lomba Keluarga ASIK

Selasa, 9 Juni 2026 16:21 WIB
Image Print
Peluncuran Kudus Asik digital Pick-up Point Sampah Organik dan apresiasi Lomba Keluarga Asik (apik dan resik) di Pendopo Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (9/6/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Kudus (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah terus memperkuat budaya pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga, lewat penyelenggaraan Lomba Keluarga Asik (Apik dan Resik).

"Ini merupakan langkah kreatif yang patut kita banggakan bersama. Atas nama Pemkab Kudus, mengucapkan terima kasih kepada PKK Kudus dan Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) yang saling berkolaborasi," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat menghadiri "Apresiasi Gerakan Keluarga ASIK 2026: Aksi Kolaboratif untuk Kudus Resik dan Berkelanjutan" pada momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa.

Kegiatan ini, katanya, tidak hanya menyebarluaskan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan sampah, tetapi juga membangun kesadaran bersama menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Menurut dia, keberhasilan gerakan "Keluarga Asik" tidak hanya ditentukan oleh para pemenang lomba, tetapi juga hasil kerja bersama seluruh ekosistem yang terlibat, mulai dari organisasi perangkat daerah hingga pemerintah desa dan kelurahan sebagai ujung tombak pembinaan masyarakat.

Ia optimistis para pemenang yang terpilih melalui proses seleksi ketat dapat menjadi teladan dan inspirasi bagi masyarakat sekitar untuk menerapkan kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik.

Selain itu, kata dia, program ini menjadi sarana edukasi sekaligus apresiasi bagi keluarga yang konsisten menerapkan pengelolaan sampah dari sumbernya, seperti memilah sampah rumah tangga dan mengurangi penggunaan barang sekali pakai.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak Desember 2025, melalui sosialisasi daring kepada 150 kader PKK yang berfokus pada perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah. Pada Januari 2026, BLDF juga memfasilitasi empat kelas pelatihan untuk meningkatkan kapasitas kader PKK terkait pengelolaan sampah berkelanjutan.

Director Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara mengungkapkan keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi mendatang, termasuk dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.

"Kami meyakini keluarga merupakan fondasi utama pembentukan karakter generasi mendatang. Kesuksesan perubahan perilaku di tingkat keluarga juga tidak lepas dari peran seorang ibu. Hal inilah yang menjadi penyemangat kami untuk menghadirkan berbagai inisiatif yang tidak hanya edukatif, tetapi juga mampu menghasilkan dampak nyata dan berkelanjutan," ujarnya.

Mutiara menyebut antusiasme masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Tercatat lebih dari 56 konten partisipasi dari berbagai elemen masyarakat, mulai keluarga, RT, RW hingga kelurahan, mengikuti kegiatan ini. Dari seluruh peserta, sebanyak 16 pemenang terpilih melalui proses penilaian dan verifikasi lapangan yang berlangsung pada 27–30 April 2026.

Pada kesempatan yang sama, BLDF juga meluncurkan peta digital berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) yang memuat 525 titik penjemputan sampah di Kabupaten Kudus. Peta tersebut diharapkan memudahkan masyarakat menemukan lokasi pengumpulan sampah, khususnya sampah organik, sehingga mendorong kebiasaan memilah sampah dari rumah.

Saat ini, terdapat 10 armada yang bertugas menjemput sampah setiap hari dari berbagai titik di Kudus. Setiap armada mampu mengangkut antara 70 hingga 120 tong sampah per hari, yang kemudian diproses di Pusat Pengelolaan Sampah Organik (PPO) Djarum.

Baca juga: Kudus kirim 9 ton bahan bakar alternatif dari residu sampah ke PT Semen Indonesia



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026