
Pemkot Semarang menyiapkan 6.000 kursi sekolah swasta gratis untuk SPMB 2026

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang, Jawa Tengah, menyediakan setidaknya 6.000 kursi tambahan di sekolah swasta gratis yang secara terintegrasi dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti di Semarang, Selasa, mengatakan pada pelaksanaan SPMB pada tahun ini pihaknya menggandeng 133 sekolah swasta untuk sekolah gratis di Kota Semarang, baik jenjang taman Tanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
"Sekolah swasta gratis menjadi bagian dari solusi untuk memperluas daya tampung pendidikan. Dengan skema ini kuota jalur domisili, prestasi, maupun mutasi, di sekolah negeri tetap terjaga," katanya.
Daya tampung sekolah swasta gratis di Jateng mencakup sebanyak 40 TK, 48 SD, dan 45 SMP.
Selain integrasi sistem penerimaan siswa sekolah swasta gratis ke dalam SPMB, pihaknya juga menghadirkan sejumlah terobosan untuk memastikan semakin banyak anak memperoleh akses pendidikan yang merata.
Termasuk dengan membuka peluang pendaftaran bagi warga pendatang yang berdomisili di Kota Semarang, serta mengintegrasikan sekolah swasta gratis ke dalam sistem daring SPMB.
Ia menyampaikan kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Semarang dalam memperluas akses pendidikan, sekaligus mengoptimalkan daya tampung sekolah di seluruh wilayah ibu kota Jateng.
"Melalui kebijakan ini anak-anak yang tinggal di Kota Semarang, termasuk dari keluarga perantau yang belum mengubah administrasi kependudukannya,," kata Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti.
Ia menuturkan langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi terjadinya ketimpangan jumlah peserta didik antar-sekolah, khususnya pada jenjang SD negeri. Dengan skema baru tersebut, sekolah-sekolah yang sebelumnya mengalami kekurangan pendaftar diharapkan dapat memperoleh murid secara lebih merata.
Dalam pelaksanaannya, SPMB tetap mengedepankan prinsip keadilan. Pada jenjang TK dan SD, kuota domisili ditetapkan paling sedikit 70 persen, afirmasi paling sedikit 20 persen, dan mutasi paling banyak 5 persen.
Sementara pada jenjang SMP Negeri, kuota domisili ditetapkan sebesar 40 persen sesuai ketentuan yang berlaku.
Pendaftaran SPMB jenjang TK dan SD dilaksanakan secara daring pada 8–12 Juni 2026, dilanjutkan analisis data dan pemeringkatan pada 15–16 Juni, pengumuman hasil seleksi pada 17 Juni, serta daftar ulang pada 17–19 Juni 2026.
Baca juga: Posko SPMB Kota Semarang didatangi puluhan orang tua, sampaikan kendala
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
