
Gubernur Jateng mendorong percepatan pembangunan di jalur pansela-pantura

Semarang, Jateng (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung kepada kesejahteraan masyarakat, khususnya di jalur pantai selatan (pansela) dan pantai utara (pantura).
"Arahan dan sinergi dengan pemerintah pusat sangat krusial bagi percepatan pembangunan di wilayah," katanya, di Semarang, Senin.
Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan kerja Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy.
Ia memfokuskan prioritas pembangunan pada pemerataan infrastruktur jalan serta sistem irigasi, mengingat posisi vital Jateng sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Selain itu, Luthfi juga menyampaikan usulan dukungan pusat untuk mempercepat kemajuan infrastruktur penunjang ekonomi makro, seperti konektivitas jalan, optimalisasi pelabuhan, hingga pengembangan dry port di Jawa Tengah.
Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menilai gagasan Gubernur Jateng sangat sejalan dengan cita-cita Presiden, yakni membangun Indonesia dari desa.
"Dari penjelasan Gubernur, saya mendapat insight (wawasan) mendalam terkait Jawa Tengah. Saya semakin menyadari bahwa pembangunan yang harus dilakukan bukan dari Jakarta, bukan dari Semarang, tapi di desa-desa kita, dari kawasan paling tertinggal," katanya.
"Ini arah dan cita-cita yang sama, bukan hanya dari Presiden, ternyata juga dari Gubernur Jawa Tengah," lanjutnya.
Menurut dia, Jateng memiliki potensi sangat luar biasa, meliputi potensi tenaga kerja dan sumber daya manusia yang tumbuh dengan cepat.
"Pekerja atau karyawan dari Jawa Tengah itu punya keuletan yang luar biasa, daya tahan luar biasa. Petani kita juga jujur dan pekerja keras. Itu modal kita untuk maju," katanya.
Baca juga: Pemprov Jawa Tengah raih 15 WTP beruntun
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
