
BPBD Temanggung antisipasi dampak kemarau

Temanggung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah melakukan berbagai persiapan penanganan dampak musim kemarau, terutama terkait dengan krisis air bersih dan kekeringan dihadapi warga setempat agar bisa secara cepat ditangani.
"Berdasarkan pemetaan yang telah kami lakukan, terdapat 12 kecamatan yang masuk wilayah rawan kekeringan dan menjadi prioritas penanganan," kata Kepala BPBD Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto di Temanggung, Senin.
Ia menyebutkan sejumlah daerah yang berpotensi terdampak kekeringan, yakni Pringsurat, Kaloran, Bulu, Kandangan, Selopampang, Tlogomulyo, Tembarak, Kranggan, Bejen, Candiroto, Gemawang, dan Jumo.
Dia menjelaskan pemerintah daerah telah menyiapkan langkah penanganan berupa penyaluran air bersih apabila terjadi kekeringan di wilayah-wilayah tersebut.
Selain itu, katanya, koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa terus dilakukan agar penanganan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran.
Langkah itu, katanya, telah dilakukan sejak awal April 2026, di mana BPBD mengirimkan surat edaran kepada para camat dan kepala desa untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Temanggung terus memantau perkembangan kondisi di lapangan.
Ia menyatakan kesiapan pihaknya menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah yang mulai mengalami kekeringan.
Pihaknya hingga saat ini belum melakukan penyaluran air bersih kepada masyarakat karena belum ada wilayah terdampak kekeringan,
"Hingga saat ini belum ada wilayah yang mengalami kekeringan meskipun intensitas hujan mulai berkurang pada 2026. Kondisi di lapangan masih terpantau aman dan belum ditemukan daerah yang mengalami krisis air bersih," katanya.
Pewarta: Heru Suyitno
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
