
Pemkab jamin ketersediaan hewan kurban di Banjarnegara

Banjarnegara (ANTARA) - Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (Distankankp) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menjamin ketersediaan hewan ternak untuk kebutuhan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan.
Kepala Distankankp Kabupaten Banjarnegara Firman Sapta Ady di Banjarnegara, Kamis, mengatakan stok ternak yang tersedia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal, juga berpotensi dipasarkan ke luar daerah.
“Menjelang Idul Adha, khususnya di Banjarnegara, stok kita mencukupi, baik untuk sapi, kambing maupun domba,” katanya.
Ia mengatakan aktivitas perdagangan ternak mulai meningkat seiring adanya permintaan dari luar daerah karena sejumlah pedagang telah menjalin komunikasi untuk pengiriman ternak, terutama ke wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta.
Menurut dia, ternak yang banyak diminati dari Banjarnegara adalah kambing dan domba.
Meskipun ketersediaan sapi di Banjarnegara mencukupi kebutuhan, dia mengatakan masyarakat setempat banyak yang memilih ternak dari luar daerah seperti Jawa Timur, khususnya sapi jenis Madura karena ukurannya tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan sapi yang dibudidayakan peternak lokal, sehingga harganya lebih terjangkau.
“Kalau sapi Banjarnegara yang besar-besar malah dikirim ke luar daerah,” katanya menegaskan.
Lebih lanjut, dia mengatakan berdasarkan survei yang dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Maret 2026, total populasi kambing di Banjarnegara mencapai kisaran 207 ribu ekor yang mencakup jantan, betina, dan anakan, sedangkan total populasi domba sekitar 63 ribu ekor.
Dari populasi tersebut, hewan yang layak untuk kurban diperkirakan mencapai sekitar 22 ribu ekor kambing dan 14 ribu ekor domba.
“Kalau ternak sapi yang siap untuk kebutuhan kurban diperkirakan mencapai kisaran 11 ribu ekor dan sekitar 5.000 ekor di antaranya berpotensi dikirim ke luar daerah,” katanya.
Terkait dengan kebutuhan hewan kurban di Banjarnegara, dia mengatakan rata-rata setiap tahunnya mencapai 6.000 ekor sapi, 5.000 ekor kambing..
Sementara dari sisi harga, dia mengakui terjadi kenaikan harga sapi karena pada tahun 2025 berkisar Rp20 juta-Rp23 juta per ekor, saat sekarang rata-rata mencapai kisaran Rp25 juta per ekor.
Sebaliknya, harga kambing dan domba justru mengalami penurunan karena pada musim kurban sebelumnya mencapai kisaran Rp4 juta-Rp5 juta per ekor, sementara saat sekarang berada di kisaran Rp3 juta-Rp4 juta per ekor.
Firman menduga penurunan harga tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya populasi kambing serta pergeseran preferensi masyarakat yang cenderung memilih sapi sebagai hewan kurban.
Pewarta: Sumarwoto
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
