
2.216 atlet POPDA Surakarta terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Solo (ANTARA) - Sebanyak 2.216 atlet yang berlaga dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kota Surakarta kini mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJS Ketenagakerjaan.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surakarta Teguh Wiyono di Solo, Jawa Tengah, Kamis mengatakan langkah ini menjadi bentuk nyata komitmen dalam memastikan keamanan dan keselamatan para atlet pelajar selama mengikuti kompetisi olahraga yang sarat risiko cedera.
Ia mengatakan perlindungan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan jaminan sosial kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelajar yang berprestasi di bidang olahraga.
Melalui program ini, seluruh atlet terlindungi dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Perlindungan JKK mencakup biaya perawatan tanpa batas sesuai indikasi medis hingga santunan apabila terjadi risiko kecelakaan kerja, sedangkan JKM memberikan santunan kepada ahli waris apabila terjadi risiko meninggal dunia.
Selain itu, dikatakannya, apabila terjadi risiko cedera, atlet akan mendapatkan penanganan medis hingga sembuh sesuai indikasi medis, sehingga proses pemulihan dapat berlangsung optimal dan dapat kembali berlatih serta melanjutkan karier keatletannya tanpa kekhawatiran akan risiko pensiun dini akibat kecacatan.
“Olahraga memiliki risiko cedera yang tidak dapat diprediksi. Oleh karena itu, melalui perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, kami memastikan para atlet POPDA Surakarta mendapatkan perlindungan optimal, termasuk perawatan hingga pulih, sehingga mereka dapat fokus meraih prestasi terbaik,” ujarnya.
Selain memberikan perlindungan, program ini juga menjadi langkah edukasi kepada generasi muda tentang pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan sejak dini, termasuk kesadaran akan perlindungan diri dalam setiap aktivitas berisiko.
BPJS Ketenagakerjaan terus berkomitmen untuk memperluas cakupan perlindungan bagi seluruh pekerja, termasuk pekerja informal dan kegiatan-kegiatan berisiko seperti olahraga pelajar.
“Dengan adanya perlindungan ini, diharapkan penyelenggaraan POPDA Surakarta dapat berjalan dengan lancar, aman, dan menghasilkan atlet-atlet berprestasi yang membanggakan kota Surakarta di level nasional dan internasional,” katanya.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
