Logo Header Antaranews Jateng

Perayaan Hari Kartini, siswa SDN Patemon 02 berlatih evakuasi dan edukasi hadapi ular

Rabu, 22 April 2026 14:32 WIB
Image Print
Siswa SDN Patemon 02, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Senin (20/4) mengikuti latihan penyelamatan diri, mulai dari simulasi gempa hingga edukasi menghadapi hewan liar. (HO-Tanoto Foundation)

Semarang (ANTARA) - Perayaan Hari Kartini di SDN Patemon 02, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Senin (20/4) berlangsung berbeda. Tidak ada lomba busana adat atau kegiatan seremonial, para murid justru mengikuti latihan penyelamatan diri, mulai dari simulasi gempa hingga edukasi menghadapi hewan liar.

Di halaman sekolah, sejumlah murid tampak bergantian menuruni ketinggian dengan bantuan tali, didampingi relawan. Kegiatan ini menjadi bagian dari edukasi kebencanaan yang dikemas dalam semangat Hari Kartini.

“Deg-degan, tapi seru. Jadi berani coba,” ujar salah satu murid setelah mengikuti latihan.

Edukasi dilakukan bersama beberapa komunitas kebencanaan, di antaranya SARDA Jawa Tengah, AMJ Rescue, Snake Rescue Semarang, dan Gunungpati Peduli. Para relawan memberikan pelatihan langsung, mulai dari teknik evakuasi sederhana hingga pengenalan risiko di lingkungan sekitar.

Selain latihan di ketinggian, murid juga mengikuti simulasi penyelamatan diri saat gempa. Mereka dilatih untuk berlindung, menjaga keselamatan diri, dan menuju titik kumpul dengan tertib.

“Latihan seperti ini penting agar anak-anak punya gambaran saat menghadapi kondisi darurat,” kata salah satu relawan di sela kegiatan.

Materi lain yang diberikan adalah edukasi mengenai hewan liar, khususnya ular. Tim Snake Rescue Semarang menjelaskan cara bersikap aman ketika berhadapan dengan satwa tersebut, termasuk menjaga jarak dan melapor kepada pihak berwenang.

Kepala SDN Patemon 02 Dian Marta Wijayanti mengatakan bahwa kegiatan ini sengaja dikaitkan dengan peringatan Hari Kartini sebagai bentuk pemaknaan yang lebih kontekstual.

“Kami ingin menanamkan bahwa keberanian dan kesiapsiagaan itu penting bagi semua anak, baik laki-laki maupun perempuan,” ujar fasilitator Tanoto Foundation itu.

Menurutnya, pendekatan pembelajaran melalui praktik langsung dinilai lebih mudah dipahami oleh murid dibandingkan metode teori semata. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membangun rasa percaya diri anak dalam menghadapi situasi darurat.

Sejumlah orang tua yang hadir memberikan respons positif. Mereka menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru bagi anak, terutama dalam menghadapi situasi yang selama ini jarang dikenalkan secara langsung.

Edukasi kebencanaan sejak dini dinilai penting, terutama di wilayah yang memiliki potensi risiko bencana. Melalui kegiatan yang dikemas dalam momentum Hari Kartini, murid tidak hanya diajak memahami sejarah, tetapi juga membangun keberanian dan kepedulian terhadap keselamatan diri serta lingkungan sekitar.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026