
Wali Kota Semarang : Pembangunan tak bisa lepas jasa pendahulu

Semarang (ANTARA) - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari jasa para pemimpin pendahulunya, termasuk Kota Atlas.
"Tugas kita hari ini adalah melanjutkan dengan integritas dan keberpihakan kepada masyarakat," katanya, di Semarang, Sabtu.
Menurut dia, wujud penghormatan atas jasa pemimpin pendahulu, salah satunya adalah berziarah ke makam mendiang para pemimpin Kota Semarang.
Dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-479 Kota Semarang, Pemerintah Kota Semarang menggelar kegiatan ziarah ke makam pemimpin pendahulu.
Sebagaimana dengan tahun-tahun sebelumnya, ziarah dilakukan di beberapa lokasi, yakni Kota Semarang, Kabupaten Klaten, dan DKI Jakarta.
Seluruh jajaran pimpinan daerah, mulai wali kota, wakil wali kota, penjabat (Pj) sekretaris daerah, dan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dibagi di tiga titik tersebut.
Agustina selalu wali kota memimpin ziarah ke makam Wali Kota Semarang pertama, yakni RM. HM Moch Ichsan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan.
Kegiatan diawali dengan ziarah, pembacaan doa, serta tabur bunga, dan dilanjutkan ramah tamah di kediaman keluarga almarhum.
"Ziarah ini menjadi simbol penghormatan terhadap sosok perintis pemerintahan Kota Semarang," kayanya.
Wawali Kota Semarang Iswar Aminuddin berziarah ke makam Bupati Semarang Ki Ageng Sunan Pandanaran II, di Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten.
Ziarah serentak juga dilaksanakan di empat titik di Kota Semarang yang dipimpin oleh Pj Sekda Kota Semarang, Budi Prakosa yakni Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal Semarang,
Kemudian, makam mantan Wali Kota Semarang periode 1990–2000 Kolonel Purn. Soetrisno Suharto, di TPU Jl. Rorojonggrang, Kecamatan Semarang Barat,
Serta, makam Kyai Kanjeng Raden Adipati Surohadimenggolo V di kawasan Masjid Terboyo, dan makam Ki Ageng Sunan Pandanaran I di kawasan Mugassari.
Agustina menegaskan bahwa ziarah yang dilaksanakan bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum reflektif untuk meneguhkan arah pembangunan kota.
“Ziarah ini adalah pengingat bahwa Kota Semarang dibangun di atas kerja keras, nilai perjuangan, dan keteladanan para pendahulu," katanya.
Melalui pembagian tugas pimpinan di setiap lokasi, Pemkot Semarang memastikan seluruh rangkaian ziarah berjalan khidmat, tertib, dan bermakna, sekaligus menjangkau seluruh titik sejarah penting bagian dari perjalanan panjang kota Semarang.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
