
Luapan air berwarna merah kagetkan warga Serengan Solo

Solo (ANTARA) - Luapan air berwarna merah pada banjir yang terjadi di sebagian wilayah Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu mengagetkan warga RW 06, Kelurahan Joyontakan, Kecamatan Serengan.
Seorang warga setempat Jumadi mengaku sempat merasa kaget saat bangun tidur pada Rabu pagi.
“Saya bangun air sudah masuk rumah, terus warnanya merah,” katanya.
Ia menduga warna merah tersebut muncul karena ada warga yang membuang pewarna sablon di sekitar sungai.
“Yang merah cuma di sini saja (RW 06). Sepertinya ada orang yang membuang obat sablon atau apa gitu. Kalau di tempat lain tidak merah, cuma di sini saja," katanya.
Terkait hal itu, Lurah Joyotakan Bambang Kristianto menjelaskan temuan tersebut berawal saat dirinya bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas melakukan pengecekan wilayah pascabanjir pada pagi hari. Saat melintas di dekat pintu air kecil, petugas menemukan sumber warna tersebut.
“Saat kami keliling kami naik ke pintu air, di situ ada bungkus plastik yang mengeluarkan pewarna. Seperti ada kain di dalamnya yang mengeluarkan teres (pewarna),” katanya.
Ia sempat khawatir warna tersebut merupakan limbah kimia berbahaya. Namun setelah ditelusuri, warna merah tersebut berasal dari isi plastik yang luntur karena air.
“Itu tinta atau pewarna merah. Memang warga sempat kaget, dikira apa kok merah,” katanya.
Sementara itu, akibat banjir yang terjadi di sebagian wilayah Solo pada Selasa dan Rabu, Wali Kota Surakarta Respati Ardi memfokuskan pemulihan bagi warga yang saat ini masih terdampak bencana banjir. Ia memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta dan stakeholder akan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurut data yang diterima dari BPBD, beberapa Kelurahan di Kota Solo yang tergenang banjir diantaranya Kelurahan Pajang, Kratonan, Joyosuran, Tipes, Bumi, Joyantokan, Panularan dan Sondakan.
Pewarta: Aris Wasita
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
