
Jaga ingatan sejarah, fondasi membangun Kota Magelang

Magelang (ANTARA) - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengemukakan pentingnya semua kalangan masyarakat setempat menjaga ingatan sejarah karena menjadi fondasi dan kekuatan untuk membangun kemajuan daerah setempat.
"Menjaga ingatan terhadap sejarah adalah fondasi dan kekuatan dalam pembangunan Kota Magelang ke depan," katanya dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang di Magelang, Selasa.
Ia mengatakan hal tersebut ketika bersama Wakil Wali Sri Harso beserta jajaran pemkot setempat melakukan ziarah ke makam para wali kota terdahulu sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1.120 Kota Magelang yang jatuh setiap 11 April, berdasarkan Prasasti Mantyasih di Kampung Meteseh, Kelurahan Magelang.
Pemakaman yang dikunjungi, antara lain makam Wibowo Hellie (Wali Kota Magelang 1956–1958) dan Argo Ismoyo (1958–1966) di Kriyan, RT04/RW05, Kelurahan Potrobangsan, Kota Magelang, Fahrianto (2000–2010) di Desa Semirejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, serta Rudy Sukarno (1989–1994) dan Moch Subroto (1966–1979), masing-masing di Sleman dan Klaten, sedangkan makam R Mukahar Ronohadiwidjoyo (1948–1956) di Pekalongan.
Ia menjelaskan ziarah makam sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjasa dalam membangun kemajuan daerah setempat yang saat ini meliputi tiga kecamatan dan 17 kelurahan dengan jumlah warga 129.043 jiwa itu.
“Kegiatan ini adalah bagian dari penghormatan kami kepada leluhur dan para pahlawan Kota Magelang yang pernah memimpin. Ini juga bentuk apresiasi kepada keluarga yang ditinggalkan,” ujarnya.
Para pemimpin terdahulu, ujar dia, telah memberikan kontribusi besar dalam perjalanan panjang Kota Magelang, termasuk meletakkan dasar kepemimpinan modern.
“Beliau-beliau adalah tokoh yang mewarnai perjalanan Kota Magelang dan mendirikan tonggak kepemimpinan modern. Banyak hal yang menginspirasi kami, seperti kesederhanaan dan fokus terhadap masyarakat,” ucapnya.
Ia menyatakan berkomitmen meneruskan amanah para pendahulu dengan sebaik-baiknya, dengan cita-cita menjadikan Kota Magelang maju, masyarakat guyub rukun, peduli, dan sejahtera.
Denis, seorang cicit Argo Ismoyo, menyampaikan terima kasih atas perhatian pemkot melalui ziarah ke makam leluhurnya.
Ia mengaku kegiatan tersebut sekaligus kesempatan baik melepas kerinduan kepada sosok Argo Ismoyo, meski belum pernah bertemu secara langsung.
“Kami mengobati rasa kangen dengan opa buyut, walau pun belum pernah berjumpa. Namun, pesan-pesan tentang beliau sebagai sosok yang baik, rendah hati, tegas, jujur, dan sederhana terus diwariskan hingga kini,” ujarnya.
Ia berharap, nilai-nilai kepemimpinan tersebut dapat terus dilanjutkan pemerintahan saat ini.
“Kami berharap di bawah kepemimpinan sekarang dapat mewarisi legasi yang sama, yaitu amanah, jujur, sederhana, dan mengedepankan kepentingan rakyat,” katanya.
Pewarta: M. Hari Atmoko
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
