Logo Header Antaranews Jateng

Gerebek Getuk di Kota Magelang, ribuan warga turut serta

Minggu, 12 April 2026 16:23 WIB
Image Print
Dua gunungan getuk di perebutkan dalam Gerebek Getuk dalam merayakan Hari Jadi Kota Magelang ke-1.120 di Alun-Alun Kota Magelang, Minggu (12/4/2026). ANTARA/Heru Suyitno

Magelang (ANTARA) - Ribuan warga Kota Magelang mengikuti acara Gerebek Getuk dalam rangkaian Hari Jadi ke-1.120 kota setempat yang diselenggarakan di Alun-Alun Kota Magelang, Jawa Tengah.

"Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, khususnya para seniman dan budayawan yang luar biasa. Berkat dedikasi mereka, perayaan Gerebek Getuk 2026 berjalan rapi, lancar, dan mampu menampilkan kekayaan seni budaya kita dengan sangat baik," kata Wali Kota Magelang Damar Prasetyono di Magelang, Minggu.

Sebanyak 17 kelurahan di Kota Magelang mengikuti rangkaian kegiatan ini dengan membawa kreasi gunungan masing-masing.

Ia menuturkan wajah baru prosesi budaya ada yang berbeda dalam gelaran tahun ini. Jika sebelumnya rute perjalanan dari kantor PDAM Kota Magelang menggunakan delman, kali ini panitia menetapkan rute jalan kaki bersama dari Pendopo menuju tengah Alun-Alun Kota Magelang.

"Perubahan rute ini dilakukan seiring dengan telah dihibahkannya bangunan di sisi utara alun-alun dari Kementerian Keuangan kepada Pemerintah Kota Magelang," katanya.

Ia menuturkan pada 2026 menjadi tahun pertama fasilitas ini digunakan secara 100 persen untuk kepentingan publik. Pendopo tersebut kini menjadi milik masyarakat, sehingga prosesi penerimaan dari Mantiasih dilakukan di sana sebelum bergerak menuju titik pusat massa.

Menurut dia, inovasi tanpa meninggalkan pakem menatap masa depan, Pemerintah Kota Magelang berkomitmen untuk terus menyempurnakan penyelenggaraan Gerebek Getuk di tahun-tahun mendatang.

Prinsip dasar wajib menjaga Pakem Sejarah Mantiasih sebagai akar berdirinya Kota Magelang, tujuan meningkatkan daya tarik wisata tanpa mengaburkan nilai-nilai luhur sejarah.

"Harapan untuk tahun depan pasti ada. Kita akan terus berkembang dan berinovasi. Namun, satu hal yang pasti, inovasi boleh dilakukan selama tidak keluar dari pakem itu sendiri. Sejarah Mantiasih dan sejarah Kota Magelang adalah pakem utama yang harus tetap kita laksanakan," katanya.



Pewarta:
Editor: Teguh Imam Wibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2026