Logo Header Antaranews Jateng

Sejarah hari jadi Kota Magelang beragam tafsir

Sabtu, 11 April 2026 15:09 WIB
Image Print
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Jadi Ke-1120 Kota Magelang digelar halaman Kantor Pemkot Magelang, Sabtu (11/4/2026). ANTARA/HO-Bagian Prokompim Pemkot Magelang

Magelang (ANTARA) - Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengakui sejarah hari jadi daerah setempat yang tahun ini berusia 1.120 tahun tidak lepas dari beragam tafsir yang berkembang.

“Namun saya berharap, perbedaan tafsir ini tidak menjadi sekat yang merenggangkan kita. Sebab pada akhirnya, yang terpenting bukan pada angka yang kita hitung, melainkan nilai-nilai kearifan yang harus terus kita jaga dan warisi,” katanya dalam rilis Bagian Prokompim Pemkot Magelang di Magelang, Sabtu.

Ia mengatakan hal itu ketika bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Jadi Ke-1120 Kota Magelang di halaman Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang, diikuti jajaran forkopimda, seluruh ASN, unsur TNI, Polri, pelajar, mahasiswa, organisasi perempuan, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Hari jadi Kota Magelang jatuh setiap 11 April, berdasarkan Prasasti Mantyasih di Kampung Meteseh, Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang Tengah.

Ia mengatakan tentang sejarah Kota Magelang yang telah mencapai usia 1.120 tahun sebagai jejak panjang perjalanan kota tersebut.

“Ini adalah jejak panjang perjalanan sebuah kota, yang dibangun dari semangat gotong royong warganya, dirawat dalam harmoni meski di tengah perbedaan, serta diwariskan jati dirinya dengan penuh cinta dan rasa bangga,” ujar dia.

Ia juga mengatakan bahwa peran penting masyarakat sebagai kekuatan utama Kota Magelang.

Dengan jumlah penduduk mencapai 129.043 jiwa dan lebih dari 70 persen berada pada usia produktif, ia menyatakan optimistis masa depan kota tersebut akan terus berkembang.

“Di tengah keberagaman, kita tetap hidup dalam harmoni. Berbeda latar belakang, berbeda keyakinan, namun tetap saling menghormati. Inilah wajah Kota Magelang,” katanya.

Wali Kota Damar juga menjelaskan sejumlah capaian pembangunan daerah setempat, di antaranya pertumbuhan ekonomi 5,92 persen, angka kemiskinan yang berhasil ditekan menjadi 5,68 persen, tingkat pengangguran menurun hingga 4,31 persen, dan indeks pembangunan manusia mencapai 82,92.

“Hal ini menunjukkan bahwa arah pembangunan kita sudah berada di jalur yang tepat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia menyerahkan penghargaan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang Nur Wiyono Slamet Nugroho atas prestasi pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM) pendidikan tertinggi se-Jawa Tengah.

Penghargaan juga diberikan kepada Muhammad Nabil Pramudyawan, perwakilan siswa tim rebana SMPN 1 yang meraih juara I MAPSI tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Setelah upacara itu, peserta dan tamu undangan disuguhi kopi 1.120 cangkir yang diracik barista peserta program Prodamai Kota Magelang.

Rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1.120 Kota Magelang telah dimulai dengan doa bersama lintas agama di kompleks Kantor Pemkot Magelang, Jumat (10/4) malam.

Pemkot Magelang juga menggelar program Magelang Great Sale (MGS) 11 April-11 Mei 2026 serta agenda budaya Grebeg Getuk di Alun-Alun Kota Magelang pada Minggu (12/4), dan berbagai kegiatan lainnya.



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026