
Investor reksa dana didominasi dari kalangan muda

Semarang (ANTARA) - Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) mencatat bahwa investasi reksa dana saat ini kian diminati dengan dominasi investor dari kalangan muda.
Gresia Kusyanto selalu pengurus APRDI, di Semarang, Kamis, menyebutkan bahwa jumlah investor reksa dana terus menunjukkan peningkatan hingga akhir 2025.
Berdasarkan data SID (single investor identification) dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), hingga akhir 2025 tercatat sebanyak 19,2 juta SID, atau tumbuh sebesar 3,23 persen dari 18,6 juta SID di akhir tahun 2024.
"Yang menarik dari jumlah investor tersebut didominasi investor muda yang berusia di bawah 30 tahun, yang mencapai 54,24 persen dari total investor," katanya.
Menurut dia, kecenderungan itu menunjukkan semakin banyak generasi muda Indonesia yang paham berinvestasi dan sudah memulainya sejak usia muda.
Ia menyebutkan bahwa dana kelolaan (AUM) industri reksa dana di Indonesia pada akhir tahun 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 35,06 persen menjadi Rp679,24 triliun jika dibandingkan akhir 2024 sebesar Rp502,92 triliun.
"Dana kelolaan ini merupakan yang tertinggi setelah dalam kurun waktu lima tahun terakhir menunjukkan pertumbuhan yang stagnan," katanya.
Sehubungan dengan hal tersebut, APRDI bekerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO) terus berupaya mendorong peningkatan literasi dan inklusi reksa dana kepada masyarakat.
Sinergi diwujudkan melalui peluncuran program Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 (Sosedu APRDI 2026) yang diawali kegiatan "Road to Pekan Reksa Dana 2026" di beberapa kota di Indonesia, seperti Surabaya, Semarang, dan Medan.
Kegiatan Sosedu APRDI 2026 di Semarang dilaksanakan di Kantor OJK Jawa Tengah dan beberapa perguruan tinggi yang telah menjalin kerja sama dengan Galeri Investasi BEI.
Sebagai acara puncak kegiatan Sosedu APRDI, pada 27 April 2026 akan diadakan seremoni peluncuran program PINTAR Reksa Dana dan kampanye #ReksaDanaAja serta Pekan Reksa Dana 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Gresia yang juga Ketua Panitia Sosedu APRDI 2026 menyampaikan kampanye #ReksaDanaAja merupakan bagian dari langkah nyata para pelaku di industri untuk mendorong literasi dan inklusi reksa dana yang lebih luas di Indonesia.
Sementara itu, Kepala OJK Jateng Hidayat Prabowo menegaskan bahwa penguatan literasi keuangan kini menjadi kebutuhan mendesak di tengah maraknya akses investasi yang semakin luas.
“Kami mengapresiasi inisiatif APRDI dan
dukungan media dalam Sosedu APRDI 2026. Reksa dana, khususnya reksa dana pasar uang, bisa menjadi 'entry point' bagi investor pemula. Di sisi lain, masyarakat harus selalu berhati-hati dalam berinvestasi," katanya.
Sinergi yang kuat antara regulator, industri, media, dan komunitas, kata dia, akan menjadi kunci untuk melindungi masyarakat dari investasi ilegal sekaligus mendorong partisipasi yang sehat dan berkelanjutan di industri investasi reksa dana.
Baca juga: Tiga SPPG di Kota Semarang siap menjadi percontohan
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor:
Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2026
