Logo Header Antaranews Jateng

RSUD Pekalongan optimalkan sistem rujukan darurat untuk menekan AKI/AKB

Kamis, 9 April 2026 16:49 WIB
Image Print
Petugas RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan dalam kegiatan sosialisasi standar penanganan kasus kegawatdaruratan ibu dan bayi di tingkat layanan dasar kepada bidan dan tenaga gizi puskeasma, di Pekalongan, belum lama ini. ANTARA/Humas RSUD Jraton Kabupaten Pekalongan

Pekalongan (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah Kraton, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mengoptimalkan sistem rujukan kegawatdaruratan sebagai upaya strategi menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di daerah.

Direktur RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan Henny Rosita di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa pihaknya memiliki program unggulan berupa penguatan jejaring pelayanan obstetri dan neonatal emergensi komprehensif yang diwujudkan melalui pelatihan dan sosialisasi pada tenaga kesehatan dari puskesmas.

"Pelayanan obstetri dan neonatal emergensi komprehensif adalah bagian vital dari sistem layanan gawat darurat. Dengan kesiapan penuh selama 24 jam, kami memastikan pasien mendapatkan penanganan segera tanpa hambatan waktu," katanya.

Sebanyak 20 puskesmas berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan mengirimkan perwakilan bidan dan tenaga gizi dengan tujuan meningkatkan pemahaman sekaligus menyamakan standar penanganan kasus kegawatdaruratan ibu dan bayi di tingkat layanan dasar.

Ia mengatakan, pelayanan obstetri dan neonatal emergensi komprehensif merupakan layanan penting yang harus tersedia selama 24 jam.

Layanan tersebut, kata dia, dirancang untuk menangani kondisi kritis pada ibu hamil, ibu melahirkan, dan bayi baru lahir secara cepat dan tepat.

Ia mengatakan, sistem rujukan saat ini telah memanfaatkan teknologi melalui aplikasi Sistem Rujukan Terintegrasi sehingga rumah sakit dapat mempersiapkan fasilitas dan tenaga medis sebelum pasien dirujuk.

"Melalui aplikasi Sistem Rujukan Terintegrasi ini maka proses rujukan menjadi lebih cepat dan terkoordinasi. Ini sangat membantu dalam mengurangi risiko keterlambatan dalam penanganan kasus darurat," katanya.

Kemudian, kasus-kasus yang masuk dalam kategori rujukan pelayanan obstetri dan neonatal emergensi komprehensif ini meliputi kondisi berisiko tinggi seperti perdarahan saat persalinan, eklampsia, hingga gangguan serius pada janin.

Menurut dia, untuk menangani hal tersebut, RSUD telah menyiapkan tim medis lintas disiplin yang terdiri atas dokter spesialis kandungan, dokter anak, serta dokter anestesi.

"Selain itu, fasilitas pendukung seperti ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Intensive Care Unit (ICU) juga disiagakan guna memberikan penanganan optimal bagi pasien dengan kondisi kritis," katanya.

Baca juga: Pemkab Pekalongan alokasikan pembangunan RSUD tahap II Rp38 miliar



Pewarta:
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026